Berita & Acara

Apa Itu Majas? Pengertian, Jenis-Jenis Majas, Fungsi, dan Contoh Lengkap

16 Februari 2026

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara tidak langsung agar kalimat terasa lebih hidup, menarik, dan berkesan. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah, majas atau gaya bahasa membantu siswa memahami kekayaan bahasa, dan makna kiasan.

Majas digunakan dalam penulisan karya sastra, percakapan sehari-hari, pidato, hingga media sosial. Dengan penggunaan majas yang tepat, sebuah kalimat tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menciptakan kesan emosional bagi pembaca atau pendengar.

Sebagai institusi pendidikan yang menekankan literasi dan penguasaan bahasa sejak dini, Global Prestasi School mendorong pemahaman majas sebagai bagian penting dalam pembentukan kemampuan berpikir kritis dan ekspresif siswa.

Baca Juga:

Pengertian Majas dalam Bahasa Indonesia

Majas adalah penggunaan bahasa yang menyimpang dari makna sebenarnya untuk menciptakan efek tertentu. Dengan begitu, majas dalam bahasa tidak selalu dimaknai secara harfiah.

Contohnya pada kalimat:

“Ia adalah tangan kanan kepala sekolah.”

Ungkapan tangan kanan tidak bermakna anggota tubuh, melainkan orang kepercayaan. Inilah ciri utama bahasa majas, yaitu adanya pergeseran makna. Dengan kata lain, majas merupakan gaya bahasa yang memanfaatkan kata-kata untuk membangun suasana, memperjelas maksud, dan memperindah kalimat.

Pengertian Majas Menurut Para Ahli

Pendapat mengenai pengertian majas menunjukkan bahwa majas bukan sekadar hiasan bahasa.

Ahli Pengertian Majas
Gorys Keraf Majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang khas untuk menunjukkan kepribadian penutur
Kridalaksana Majas adalah pemanfaatan kekayaan bahasa untuk mendapatkan efek tertentu
Moeliono Majas menghidupkan karangan melalui pengalihan makna
Aminuddin Majas adalah teknik merangkai kalimat sesuai norma dan nilai estetika

Dari berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa majas adalah gaya bahasa yang berfungsi untuk memperkaya cara manusia berkomunikasi.

Fungsi Majas dalam Kalimat dan Karya Bahasa

Fungsi majas sangat penting dalam komunikasi. Majas tidak digunakan secara sembarangan, tetapi memiliki tujuan tertentu. Berikut adalah uraian fungsi-fungsi majas:

Fungsi-Fungsi Majas

  • Menghidupkan kalimat agar tidak kaku
  • Menimbulkan kesan emosional
  • Memperjelas gambaran suatu keadaan
  • Menyampaikan sindiran secara halus atau tegas
  • Memperindah bahasa tulisan dan lisan

Karena itu, majas digunakan dalam penulisan karya sastra, pidato, iklan, dan bahkan percakapan sehari-hari.

Jenis-Jenis Majas dalam Bahasa Indonesia

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, jenis-jenis majas dibagi berdasarkan tujuan penggunaannya. Secara umum, terdapat empat kelompok besar, yaitu:

Tabel Ringkasan Jenis Majas

Jenis Majas Tujuan Utama Contoh Singkat
Majas Perbandingan Membandingkan Dia adalah bintang kelas
Majas Sindiran Menyindir Rajin sekali kamu datang terlambat
Majas Penegasan Menekankan Tunggu! Tunggu!
Majas Pertentangan Mempertentangkan Sepi di tengah keramaian

 

Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berbeda untuk memperjelas makna. Berikut adalah macam-macam majas perbandingan:

1. Majas Metafora

Majas metafora adalah majas yang menyamakan dua hal secara langsung tanpa kata pembanding.

Contoh majas metafora:

  • Ia adalah kutu buku
  • Karyawan itu kutu loncat

Metafora bekerja dengan membandingkan dua hal yang berbeda tetapi memiliki kemiripan sifat.

2. Majas Simile

Majas simile adalah gaya bahasa yang membandingkan dengan kata seperti, bagai, ibarat.

Contoh:

  • Wajahnya pucat seperti mayat
  • Hidup bagai roda berputar

3. Majas Personifikasi

Majas personifikasi menyamakan manusia dengan benda mati, seolah benda tersebut memiliki sifat manusia.

Contoh:

  • Angin malam berbisik
  • Ombak menari

Di sini, benda mati diberi sifat manusia.

4. Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang melebih-lebihkan sesuatu.

Contoh:

  • Suaranya menggelegar membelah angkasa
  • Tangisannya membanjiri rumah

5. Majas Litotes

Majas litotes adalah majas yang merendahkan diri.

Contoh:

  • Silakan mampir ke gubuk kami

6. Majas Alegori

Majas alegori menggunakan cerita atau perumpamaan panjang.

Contoh:

  • Hidup adalah perjalanan menuju cahaya

7. Majas Asosiasi

Bahasa perbandingan dalam majas asosiasi adalah membandingkan dua hal yang berbeda tetapi dianggap sama.

Contoh:

  • Hatimu bak kaca tipis

8. Majas Antonomasia

Majas yang menggantikan nama dengan gelar.

Contoh:

  • Bapak Proklamator

9. Majas Metonimia

Majas metonimi menggantikan nama dengan merek atau atribut.

Contoh:

  • Ayah membaca Kompas

10. Majas Sinekdoke

Majas yang menyebut bagian untuk keseluruhan atau sebaliknya.

Contoh:

  • Belum tampak batang hidungnya

Majas Sindiran

Majas sindiran biasanya digunakan untuk mengkritik atau menyindir. Majas sindiran terdiri dari beberapa kumpulan majas, berikut penjelasan lengkapnya:

1. Majas Ironi

Majas ironi menyatakan hal yang berlawanan. Tujuannya adalah untuk menyindir secara halus dengan menggunakan kata-kata yang bermakna sebaliknya dari kenyataan yang ada.

Contoh:

  • Bersih sekali kamarmu (padahal kotor)

2. Majas Sinisme

Majas sinisme lebih tajam dari ironi. Ungkapan ini biasanya digunakan untuk mencela atau menyampaikan ketidaksukaan secara langsung terhadap suatu perilaku atau keadaan.

Contoh:

  • Kamu pintar sekali sampai tak bisa menjawab

3. Majas Sarkasme

Majas sarkasme adalah sindiran paling kasar. Gaya bahasa ini sering kali menggunakan kata-kata yang menyakitkan dan pedas untuk menyerang atau menghina seseorang secara terang-terangan.

Contoh:

  • Dasar otak udang!

4. Majas Satire

Majas satire adalah gaya bahasa kritik sosial. Gaya ini umumnya dikemas dengan komedi atau parodi untuk menyentil kebijakan serta fenomena dalam masyarakat yang dianggap menyimpang.

Contoh:

  • Proyek ini cepat sekali selesainya, baru seminggu sudah berubah jadi kolam ikan karena jalanan berlubang.

5. Majas Innuendo

Majas innuendo adalah majas yang mengecilkan fakta sebenarnya. Majas ini menyisipkan sindiran dengan cara merendahkan suatu kenyataan atau prestasi demi memberikan kesan negatif yang terselubung.

Contoh:

  • Ia bisa sukses secepat itu karena rajin membawakan kopi untuk bosnya setiap pagi.

Majas Penegasan

Majas penegasan adalah majas yang menekankan makna. Gaya bahasa ini bertujuan untuk memberikan kesan yang lebih mendalam dan memastikan pesan yang disampaikan mendapat perhatian lebih dari pendengar atau pembaca.

1. Majas Pleonasme

Majas pleonasme adalah majas yang berlebihan. Hal ini terjadi karena penggunaan kata-kata tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan karena maknanya sudah tersirat dalam kata utama.

Contoh:

  • Naik ke atas

2. Majas Repetisi

Majas repetisi adalah majas pengulangan kata. Pengulangan ini dilakukan secara sengaja untuk memperkuat maksud dan memberikan irama atau penekanan pada bagian yang dianggap penting.

Contoh:

  • Dia yang kutunggu, dia yang kunanti

3. Majas Retorika

Retorika adalah majas yang berbentuk pertanyaan tanpa jawaban. Kalimat ini sebenarnya tidak memerlukan respon karena jawabannya sudah dianggap sangat jelas atau umum diketahui oleh semua orang.

Contoh:

  • Siapa yang tidak ingin sukses?

4. Majas Aliterasi

Aliterasi digunakan untuk keindahan bunyi. Majas ini memanfaatkan pengulangan bunyi konsonan yang sama pada awal kata secara berurutan untuk menciptakan efek musikalitas dalam kalimat.

Contoh:

  • Susah senang selalu bersama (pengulangan bunyi 's')

5. Majas Paralelisme

Paralelisme digunakan untuk keindahan struktur kalimat. Gaya bahasa ini sering ditemukan dalam puisi, di mana kata atau frasa diulang dalam baris yang berbeda untuk menciptakan keseimbangan makna.

Contoh:

  • Cinta itu sabar, cinta itu murah hati

6. Majas Tautologi

Tautologi digunakan untuk mempertegas maksud melalui pengulangan sinonim. Majas ini menggunakan beberapa kata yang memiliki makna serupa dalam satu kalimat agar pesan yang disampaikan terasa lebih intens.

Contoh:

  • Ia adalah pria yang jujur, tulus, dan tidak suka berbohong.

7. Majas Kiasmus

Kiasmus digunakan untuk keindahan struktur melalui pengulangan yang berlawanan. Majas ini mengatur urutan kata pada bagian kedua kalimat sebagai kebalikan dari urutan kata pada bagian pertama.

Contoh:

  • Orang pintar merasa bodoh, sementara orang bodoh merasa pintar.

Majas Pertentangan

Majas pertentangan adalah majas yang mengandung pertentangan makna. Gaya bahasa ini digunakan untuk menciptakan kesan dramatis serta menarik perhatian melalui kontradiksi antara dua hal yang disampaikan. Berikut adalah macamnya:

1. Majas Paradoks

Majas paradoks menyajikan pernyataan yang seolah bertentangan dengan kenyataan namun sebenarnya mengandung kebenaran. Hal ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi batin atau kondisi yang tidak lazim.

Contoh:

  • Sepi di tengah keramaian

2. Majas Antitesis

Majas antitesis menggunakan pasangan kata yang memiliki makna berlawanan secara berdampingan dalam satu struktur kalimat. Penggunaan kata-kata yang beradu ini bertujuan untuk menonjolkan perbedaan yang kontras.

Contoh:

  • Tua muda hadir

3. Majas Anakronisme

Anakronisme adalah ketidaksesuaian waktu. Majas ini menempatkan suatu peristiwa, benda, atau tokoh pada latar waktu yang tidak sesuai dengan fakta sejarah yang sebenarnya.

Contoh:

  • Dalam film tentang kerajaan Majapahit, sang prajurit terlihat sedang melihat jam tangan digitalnya.

4. Majas Kontradiksi Interminus

Majas kontradiksi interminus adalah gaya penyangkalan. Pernyataan ini bekerja dengan cara memberikan pengecualian terhadap hal yang sudah disebutkan sebelumnya agar informasi menjadi lebih spesifik.

Contoh:

  • Semua hadir, kecuali dia

Contoh Macam-Macam Majas dalam Kehidupan Sehari-hari

Penggunaan majas bukan hanya milik sastrawan, melainkan alat komunikasi yang sering kita gunakan tanpa sadar untuk memberi warna pada percakapan.

1. Contoh Majas dalam Percakapan

"Rajin sekali kamu datang siang".

Kalimat ini merupakan bentuk majas ironi yang digunakan untuk menyentil keterlambatan seseorang secara halus melalui pernyataan yang berlawanan dengan fakta.

2. Contoh Majas dalam Sastra

"Matahari tersenyum di pagi hari".

Penggunaan majas personifikasi di sini bertujuan memberikan kesan hidup pada alam sehingga suasana dalam tulisan terasa lebih indah dan imajinatif bagi pembaca.

3. Contoh Majas dalam Iklan

"Minuman ini menyegarkan jiwamu".

Kalimat iklan ini memanfaatkan majas hiperbola untuk memberikan efek dramatis yang mampu menyentuh sisi emosional konsumen melalui pesan yang sangat kuat dan persuasif.

Perbedaan Metafora dan Simile

Memahami cara kerja majas perbandingan akan membantu kita menggambarkan sesuatu dengan lebih kreatif dan variatif dalam tulisan.

Metafora Simile
Perbandingan langsung Menggunakan kata pembanding
Dia adalah singa Dia seperti singa

Singkatnya, metafora bersifat menyatukan dua objek secara langsung, sedangkan simile masih menunjukkan batas perbandingan melalui kata perantara.

Perbedaan Ironi, Sinisme, dan Sarkasme

Meskipun sama-sama digunakan untuk menyindir, ketiga majas ini memiliki gradasi emosi yang berbeda sesuai dengan situasi komunikasinya.

Jenis Tingkat Sindiran Penjelasan Tambahan
Ironi Halus Majas ini menyatakan hal yang berlawanan dengan kenyataan untuk menyentil secara tersirat dan sopan.
Sinisme Tajam Ungkapan ini digunakan untuk mencela atau menunjukkan ketidaksukaan secara langsung terhadap suatu niat atau perilaku.
Sarkasme Kasar Ini adalah tingkatan sindiran paling agresif yang bertujuan untuk menghina atau menyakiti perasaan seseorang secara terang-terangan.

Pemilihan jenis sindiran ini sangat bergantung pada tingkat keakraban serta pesan emosional yang ingin kamu sampaikan kepada lawan bicara.

Bangun Fondasi Literasi dan Kreativitas Global Sejak Dini

Menguasai majas bukan sekadar menghafal definisi, melainkan kunci untuk menghidupkan pesan agar lebih persuasif, berwarna, dan bermakna dalam setiap interaksi. Dengan memahami berbagai jenis gaya bahasa, kita dapat menyampaikan ide secara lebih kreatif sekaligus menjaga kesantunan dalam berkomunikasi di berbagai situasi.

Eksplorasi gaya bahasa sejak dini akan mempertajam kecerdasan literasi siswa serta melatih kepekaan rasa dalam mengekspresikan imajinasi secara brilian. Kemampuan ini menjadi fondasi penting bagi siswa untuk mencintai kekayaan Bahasa Indonesia sekaligus membentuk karakter komunikator yang cerdas dan kritis di masa depan.

Wujudkan potensi komunikasi dan kreativitas putra-putri Anda bersama Global Prestasi School, tempat di mana kurikulum berstandar global bertemu dengan lingkungan belajar yang suportif. Mari bergabung dengan kami untuk membangun generasi literat yang siap bersaing di kancah internasional dengan karakter yang kokoh.

Berita & Acara Terbaru
Daftar 38 Provinsi di Indonesia: Mengenal Wilayah, Identitas Bangsa, dan Persatuan Negara Indonesia
16 Februari 2026

Daftar lengkap 38 provinsi di Indonesia beserta ibu kotanya update 2026, simak daftar provinsi terbaru di Indonesia!

Burung Garuda: Simbol Lambang Negara Indonesia, Sejarah, Makna, dan Filosofi
16 Februari 2026

Burung Garuda sebagai Simbol Negara Indonesia. Pelajari sejarah, makna mendalam, dan filosofi Garuda Pancasila, lambang negara Indonesia yang agung.

Apa Itu Fotosintesis? Memahami Pengertian dan Proses Fotosintesis pada Tumbuhan
29 Desember 2025

Fotosintesis adalah alur pembuatan makanan pada tumbuhan hijau. Simak keseluruhan proses fotosintesis, reaksi, hingga faktor-faktornya dalam artikel ini.

Please Flip Your Phone To Continue
Tour 360
Tour 360
Enrollment
E-Library