
Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, wilayah Indonesia terbentang dan dihuni oleh masyarakat yang beragam suku, budaya, bahasa, dan agama.
Untuk mengelola wilayah sebesar ini, Indonesia membaginya ke dalam satuan administratif yang disebut provinsi. Hingga pembaruan tahun 2026, Indonesia secara resmi memiliki 38 provinsi yang tersebar dari barat hingga timur Nusantara.
Pembagian provinsi bukan sekadar urusan administrasi pemerintahan. Provinsi adalah cara negara hadir di setiap wilayah, menjaga persatuan Indonesia, melindungi kedaulatan negara, serta memastikan pemerataan pembangunan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Seperti burung Garuda Pancasila sebagai lambang negara, Indonesia digambarkan sebagai satu tubuh yang kuat dengan banyak unsur yang berbeda namun menyatu. Begitu pula provinsi-provinsi di Indonesia yang berbeda adat, budaya, dan kondisi alam, tetapi tetap bersatu dalam satu negara bernama Indonesia. Mari simak penjelasan tentang provinsi-provinsi yang ada di Indonesia terbaru di tahun 2026 ini!
Baca Juga: Dari Kampung ke Museum: Pengalaman Budaya Tak Terlupakan Siswa GPS
Saat ini Indonesia memiliki 38 provinsi, masing-masing dipimpin oleh seorang gubernur dan memiliki ibu kota sebagai pusat pemerintahan daerah.
Agar mudah dipahami oleh anak dan orang tua, daftar berikut disusun dalam bentuk tabel yang jelas dan rapi. Tabel ini membantu anak belajar mengenal wilayah Indonesia tanpa sekadar menghafal, tetapi memahami struktur negara secara utuh.
| No | Provinsi | Ibu Kota |
| 1 | Aceh | Banda Aceh |
| 2 | Sumatera Utara | Medan |
| 3 | Sumatera Barat | Padang |
| 4 | Riau | Pekanbaru |
| 5 | Kepulauan Riau | Tanjungpinang |
| 6 | Jambi | Jambi |
| 7 | Bengkulu | Bengkulu |
| 8 | Sumatera Selatan | Palembang |
| 9 | Bangka Belitung | Pangkalpinang |
| 10 | Lampung | Bandar Lampung |
| 11 | DKI Jakarta | Jakarta |
| 12 | Jawa Barat | Bandung |
| 13 | Banten | Serang |
| 14 | Jawa Tengah | Semarang |
| 15 | DI Yogyakarta | Yogyakarta |
| 16 | Jawa Timur | Surabaya |
| 17 | Bali | Denpasar |
| 18 | Nusa Tenggara Barat | Mataram |
| 19 | Nusa Tenggara Timur | Kupang |
| 20 | Kalimantan Barat | Pontianak |
| 21 | Kalimantan Tengah | Palangka Raya |
| 22 | Kalimantan Selatan | Banjarbaru |
| 23 | Kalimantan Timur | Samarinda |
| 24 | Kalimantan Utara | Tanjung Selor |
| 25 | Sulawesi Utara | Manado |
| 26 | Gorontalo | Gorontalo |
| 27 | Sulawesi Tengah | Palu |
| 28 | Sulawesi Barat | Mamuju |
| 29 | Sulawesi Selatan | Makassar |
| 30 | Sulawesi Tenggara | Kendari |
| 31 | Maluku | Ambon |
| 32 | Maluku Utara | Sofifi |
| 33 | Papua | Jayapura |
| 34 | Papua Barat | Manokwari |
| 35 | Papua Selatan | Merauke |
| 36 | Papua Tengah | Nabire |
| 37 | Papua Pegunungan | Wamena |
| 38 | Papua Barat Daya | Sorong |
Sejarah pembagian provinsi di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari perjalanan panjang bangsa Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pada awal kemerdekaan, wilayah Indonesia hanya dibagi menjadi 8 provinsi.
Seiring bertambahnya jumlah penduduk, luas wilayah, serta kebutuhan pelayanan publik, pemerintah Indonesia melakukan pemekaran provinsi. Tujuannya adalah agar pemerintahan lebih dekat dengan rakyat, pembangunan lebih merata, dan pelayanan publik lebih efektif.
Pemekaran wilayah ini sejalan dengan semangat pembentukan negara Indonesia, sama seperti penetapan Garuda Pancasila sebagai lambang negara yang melambangkan persatuan dalam keberagaman.
Pemekaran terbaru terjadi di wilayah Papua pada periode 2022–2024, yang menghasilkan empat provinsi baru. Kebijakan ini bertujuan memperpendek rentang kendali pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Indonesia timur.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia membagi provinsi berdasarkan kondisi geografis, sejarah, dan budaya lokal.
Pulau Sumatera memiliki 10 provinsi. Wilayah ini dikenal sebagai pusat sejarah awal Indonesia, jalur perdagangan, serta kawasan ekonomi penting. Dari Aceh yang memiliki status otonomi khusus hingga Lampung sebagai gerbang Sumatera, pulau ini mencerminkan keberagaman Indonesia.
Pulau Jawa terdiri dari 6 provinsi dan menjadi pusat pemerintahan serta populasi terbesar di Indonesia. Meski padat penduduk, Jawa tetap mempertahankan identitas budaya yang kuat, terutama di DI Yogyakarta yang memiliki keistimewaan dalam sistem pemerintahannya.
Kalimantan memiliki 5 provinsi dan kini menjadi perhatian dunia dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kalimantan menunjukkan peran strategis provinsi dalam masa depan Indonesia.
Wilayah ini mencerminkan wajah Indonesia yang paling beragam. Dari budaya maritim Sulawesi, pariwisata Bali, hingga wilayah pegunungan Papua, provinsi berperan sebagai alat negara untuk hadir dan melayani masyarakat secara adil.
Provinsi berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Gubernur bertindak sebagai kepala daerah sekaligus wakil pemerintah pusat untuk memastikan kebijakan nasional berjalan sesuai dengan kondisi lokal.
Seperti cengkeraman kuat kaki Garuda pada pita Bhinneka Tunggal Ika, provinsi menjaga persatuan Indonesia agar tetap kokoh meskipun daerahnya berbeda-beda.
Pemekaran provinsi membawa dampak positif dan tantangan. Pelayanan publik menjadi lebih dekat dan fokus, namun juga memerlukan kesiapan sumber daya manusia, anggaran, dan infrastruktur.
Pemekaran wilayah Papua menjadi contoh nyata bagaimana negara berupaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sesuai dengan nilai Pancasila.
Garuda Pancasila adalah lambang negara Indonesia yang melambangkan kekuatan, persatuan, dan kemerdekaan. Perisai di dadanya menggambarkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.
Provinsi-provinsi di Indonesia dapat diibaratkan sebagai bulu-bulu Garuda, yaitu berbeda bentuk dan warna, tetapi menyatu dalam satu tubuh bangsa Indonesia. Tanpa provinsi, negara tidak dapat menjangkau seluruh rakyatnya secara adil.
Bagi anak, memahami provinsi bukan sekadar menghafal nama dan ibu kota, tetapi mengenal bangsa dan negaranya sendiri.
Bagi orang tua, pemahaman ini membantu mendampingi anak belajar IPS, geografi, dan kewarganegaraan dengan konteks yang benar.
Pemahaman provinsi membantu anak tumbuh menjadi warga negara Indonesia yang sadar wilayah, budaya, dan tanggung jawab kebangsaan.
Provinsi merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan negara Indonesia. Seperti Garuda Pancasila yang menjadi lambang negara Republik Indonesia, provinsi melambangkan kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dengan memahami provinsi, kita memahami bagaimana Indonesia yang besar dan beragam dapat tetap bersatu, berdaulat, dan adil.
Jika Anda mencari sekolah yang menanamkan wawasan global, karakter Pancasila, serta pemahaman IPS yang kuat sejak dini, Sekolah Global Prestasi adalah pilihan tepat. Kunjungi https://globalprestasi.sch.id/id/ dan kenali bagaimana Global Prestasi membimbing anak menjadi warga dunia yang tetap berakar pada nilai Indonesia.

Majas adalah gaya bahasa yang memperindah kalimat. Pelajari pengertian, jenis-jenis majas, fungsi, dan contoh lengkap. Pahami penggunaan majas dalam penulisan karya!

Burung Garuda sebagai Simbol Negara Indonesia. Pelajari sejarah, makna mendalam, dan filosofi Garuda Pancasila, lambang negara Indonesia yang agung.

Fotosintesis adalah alur pembuatan makanan pada tumbuhan hijau. Simak keseluruhan proses fotosintesis, reaksi, hingga faktor-faktornya dalam artikel ini.
