
Pola asuh orang tua sangat berpengaruh pada tumbuh kembang, prestasi akademik atau non-akademik, hingga kesehatan mental anak. Salah satu gaya asuh yang sering dibincangkan adalah strict parents, atau pola asuh dengan aturan ketat dan tuntutan tinggi.
Banyak orang tua yang menerapkannya dengan harapan bahwa anak akan lebih disiplin, patuh, dan berprestasi. Namun, apakah pola asuh ini bisa berdampak positif, atau bahkan malah membuat anak jadi tidak nyaman?
Melalui artikel ini, mari ketahui informasi seputar strict parents, dari pengertian, ciri-ciri, dampaknya bagi anak usia PAUD hingga SMA, hingga cara menyikapinya.
Baca Juga: 5 Peran Penting Orang Tua Dalam Pendidikan Anak
Sebelum menilai apakah bentuk asuh ini ideal diterapkan dalam keluarga, orang tua perlu memahami konsep dasarnya terlebih dahulu. Istilah ini kerap hadir dalam diskusi parenting modern karena berkaitan dengan kedisiplinan, aturan, dan ekspektasi terhadap anak.
Arti strict parents (authoritarian parenting) adalah orang tua yang menerapkan strict parenting, sebuah bentuk pengasuhan dengan aturan yang sulit diubah, kontrol tinggi, dan tuntutan kepatuhan pada anak.
Pola asuh ketat ini umumnya menekankan disiplin dan prestasi. Bila anak kurang patuh atau tidak memenuhi ekspektasi tersebut, anak bisa mendapat konsekuensi tegas.
Dalam pengasuhan, pengertian strict berarti tegas dan ketat dalam menetapkan aturan. Ketegasan ini bisa bersifat positif jika disertai komunikasi yang sehat. Tapi, pola asuh otoriter bisa berdampak negatif bila dilakukan tanpa empati.
Ada berbagai penyebab orang tua menerapkan pola asuh ketat hingga dikenal sebagai orang tua yang strict, yaitu:
Untuk mengenali apakah pola asuh ini diterapkan di rumah, orang tua perlu melihatnya dari sudut pandang anak. Ciri-ciri strict parents pada anak biasanya dapat dikenali melalui beberapa tanda yang terasa dalam keseharian:
Setiap pola asuh punya dua sisi, termasuk strict parenting. Guna menilai secara objektif, orang tua perlu memahami dampak strict dari sisi positif dan negatifnya untuk tumbuh kembang anak.
Saat digunakan dalam batas tepat, dampak pola asuh strict dapat membantu anak menjadi lebih disiplin dan terbiasa menjalani rutinitas dengan aturan yang jelas. Anak juga cenderung terbiasa dengan struktur, sehingga mereka tahu batasan perilaku sejak dini.
Selain itu, tuntutan yang konsisten dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab akademik, terutama dalam menyelesaikan tugas sekolah dan menghargai waktu belajar.
Di sisi lain, dampak negatif dari pola ini juga tak bisa dianggap sepele. Anak bisa saja mudah mengalami kecemasan dan takut gagal. Ini disebabkan karena orang tua menganggap kesalahan kecil adalah kegagalan besar.
Dari sini, anak dapat tumbuh jadi pribadi yang kurang percaya diri. Ia sulit mengekspresikan emosi karena jarang diberi waktu dan ruang untuk berbicara. Dalam jangka panjang, anak yang dibesarkan dengan model asuh seperti ini berpotensi membuat hubungan orang tua dan anak menjadi kaku.
Aturan yang ketat pada strict parenting memberikan dampak yang berbeda pada setiap tahap perkembangan dan kehidupan anak. Ini bergantung pada usia dan kesiapan emosionalnya.
Menghadapi pola asuh ketat tidak selalu berarti harus menghilangkan aturan. Begini cara tepat yang bisa dilakukan:
Tips praktis:
Pola asuh ideal adalah yang mampu menyeimbangkan disiplin dan empati, sehingga anak belajar bertanggung jawab tanpa merasa tertekan. Aturan yang jelas perlu disertai kehangatan, dukungan emosional, serta komunikasi terbuka agar karakter positif dan motivasi belajar anak tumbuh secara alami.
Sekolah dan lingkungan belajar juga berpengaruh besar dalam membentuk sikap, kebiasaan, dan prestasi anak. Karena itu, kolaborasi guru dan orang tua menjadi kunci penting untuk menyelaraskan nilai, ekspektasi, serta pendekatan pembelajaran. Jadi, anak mendapatkan dukungan yang konsisten di rumah maupun sekolah.
Pola asuh memiliki peran penting dalam membentuk karakter, prestasi, dan keseimbangan emosional anak. Baik strict parents maupun pola asuh lainnya perlu disesuaikan dengan usia, kebutuhan, dan keunikan setiap anak agar tumbuh kembangnya optimal. Lingkungan pendidikan yang suportif juga menjadi faktor penting dalam mendukung proses ini.
Global Prestasi School hadir sebagai sekolah swasta internasional dengan jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA, yang berlokasi di Kota Bekasi dan Kota Bandung. Dengan penerapan Kurikulum Cambridge dan Kurikulum Merdeka, Global Prestasi School mendukung pembentukan karakter, prestasi akademik, serta kesejahteraan emosional siswa melalui pendekatan pembelajaran yang seimbang antara disiplin dan empati.
Kunjungi website Global Prestasi School untuk informasi lengkap dan hubungi tim kami untuk konsultasi pendidikan anak. Anda juga bisa datang langsung ke lokasi sekolah dan rasakan lingkungan belajar internasional yang mendukung potensi terbaik anak!

Fotosintesis adalah alur pembuatan makanan pada tumbuhan hijau. Simak keseluruhan proses fotosintesis, reaksi, hingga faktor-faktornya dalam artikel ini.

Wisata edukasi di Indonesia: temukan rekomendasi destinasi wisata edukatif, dari museum hingga desa wisata. Liburan sambil belajar jadi lebih menyenangkan!

Bingung cari tempat libur sekolah? Ini 11 rekomendasi wisata edukasi di Jakarta yang ramah anak. Banyak destinasi wisata edukatif yang bisa dikunjungi!
