Berita & Acara
img-4

Model Pembelajaran Discovery Learning, Prinsip dan Penerapannya di Sekolah

21 October 2024

Dalam dunia pendidikan, metode yang efektif sangat penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang bermakna.

Baik di Sekolah Internasional Bekasi maupun Sekolah Internasional Bandung, salah satu pendekatan yang sering diperbincangkan adalah pengertian discovery learning.

Metode pembelajaran discovery learning, yaitu sebuah model pembelajaran berbasis penemuan yang mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar secara aktif.

Melalui pengalaman langsung, siswa diajak untuk memahami konsep dengan lebih mendalam, termasuk melakukan pengolahan data dan merumuskan hipotesis. Yuk, simak terus dan temukan betapa menariknya metode pembelajaran ini!

Baca Juga: Apa itu Metode Pembelajaran STEM? Manfaat dan Cara Menerapkan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Proyek

Pengertian Apa itu Discovery Learning dan Contohnya

Model pembelajaran discovery learning adalah metode yang mengajak peserta didik untuk menemukan informasi dan konsep sendiri melalui pengalaman langsung dan pemecahan masalah.

Sesuai dengan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang standar proses, model pembelajaran ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pengolahan data dan analisis kritis.

Mari kita mengenal model pembelajaran discovery learning, serta bagaimana penerapannya dalam konteks pendidikan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan menarik bagi peserta didik.

Pengertian Model Discovery Learning Menurut Beberapa Ahli

Metode pembelajaran discovery learning adalah sebuah pendekatan di mana siswa aktif menemukan informasi dan konsep sendiri melalui proses intuitif, pembuktian, dan investigatif.

Menurut beberapa ahli, model ini memiliki definisi yang sedikit berbeda namun tetap menekankan aspek kognitif dan pembelajaran aktif.

  1. Jerome Bruner: Menurut Bruner, discovery learning adalah proses di mana siswa berinteraksi dengan dunia di sekitarnya melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, dan inferensi untuk menemukan konsep dan prinsip. Ia percaya bahwa melalui proses ini, siswa lebih mampu mengumpulkan informasi dan memahaminya secara mendalam.
  2. Jean Piaget: Piaget menekankan bahwa pembelajaran yang efektif terjadi ketika siswa dapat membangun pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Discovery learning menurut Piaget adalah ketika siswa aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran dan menemukan jawaban atau solusi sendiri, yang memungkinkan mereka untuk menginternalisasi pengetahuan dengan lebih baik.
  3. John Dewey: Dewey juga mendukung discovery learning dengan menekankan pentingnya pengalaman langsung dan refleksi dalam proses pembelajaran. Ia percaya bahwa siswa belajar lebih baik ketika mereka terlibat secara aktif dan dapat melihat hubungan antara konsep yang mereka pelajari dengan dunia nyata, sehingga membuat pembelajaran menjadi lebih relevan dan aplikatif.

Contoh Pembelajaran Discovery Learning di Sekolah 

Dalam implementasi Kurikulum 2013, terdapat tiga model pembelajaran yang diutamakan, yaitu: Discovery/Inquiry Learning, Problem-based Learning (PBL), dan Project-based Learning (PJBL). Ketiga model tersebut dirancang untuk pembelajaran yang melibatkan secara maksimal peserta didik dalam proses belajar.

Contoh penerapan discovery learning dapat dilihat dalam pelajaran sains. Misalnya, ketika siswa belajar tentang sifat-sifat materi, guru dapat mengajak mereka melakukan percobaan dengan berbagai bahan pelajaran untuk mengamati perubahan fisik dan kimia.

Siswa dapat mengumpulkan informasi melalui observasi dan mencatat temuan mereka, lalu berdiskusi untuk menarik kesimpulan tentang konsep yang mereka pelajari.

Dengan cara ini, siswa tidak hanya mendapatkan informasi dari guru, tetapi juga mengembangkan sikap dan keterampilan mereka dengan mengeksplorasi fenomena yang ada dan membantu peserta didik membuktikan benar atau tidaknya hipotesis mereka,.

Selain itu, guru juga dapat mengembangkan instrumen penilaian proyek untuk mengevaluasi sejauh mana siswa aktif dalam proses pembelajaran ini.

Tujuan dan Manfaat Discovery Learning dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di Sekolah

Discovery learning bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah, membuat hipotesis, pengumpulan data, dan menarik kesimpulan melalui kegiatan pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung. 

Metode ini merupakan pembelajaran yang menekankan proses pemahaman dan perkembangan sikap, keterampilan sebagai pembelajaran yang diharapkan dapat membentuk perilaku. Manfaat utamanya meliputi peningkatan kemampuan analisis, kreativitas, membentuk perilaku dan kemandirian siswa dalam belajar.

Baca Juga: Mengapa Problem Based Learning Penting dalam Pendidikan?

Mengenal 5 Prinsip Pembelajaran Discovery Learning

  1. Keterlibatan aktif: Siswa harus aktif dalam proses pembelajaran, mengeksplorasi materi, dan menemukan jawaban sendiri.
  2. Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis: Melalui proses ini, siswa belajar untuk berpikir kritis dan analitis dalam memecahkan masalah.
  3. Pembelajaran Kontekstual: Materi yang dipelajari harus relevan dengan kehidupan nyata siswa, membantu mereka menemukan sendiri pengetahuan dari konsep yang diajarkan.
  4. Pembuktian Hipotesis: Siswa membuat dan menguji hipotesis mereka sendiri, membantu mereka memahami hubungan melalui proses intuitif antara teori dan praktik.
  5. Peningkatan Motivasi Belajar: Dengan memberikan dukungan seorang individu untuk mengeksplorasi dan merumuskan strategi, siswa menjadi lebih termotivasi dan terlibat dalam pembelajaran.

Penerapan Discovery Learning sebagai Metode Pembelajaran di Sekolah untuk Siswa

Penerapan discovery learning dalam rencana pelaksanaan pembelajaran di sekolah melibatkan berbagai langkah. Guru harus merancang kegiatan yang memungkinkan siswa untuk mengumpulkan informasi dan data, mengajukan hipotesis, menganalisis hasil, dan menarik kesimpulan.

Misalnya, dalam pelajaran sains, siswa dapat diminta untuk melakukan eksperimen untuk memahami konsep kimia atau fisika. Dalam mata pelajaran sejarah, siswa dapat melakukan penelitian dan presentasi tentang peristiwa penting.

Metode belajar ini tidak hanya membantu peserta didik membuktikan benar atau tidaknya hipotesis mereka, tetapi juga mengembangkan sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Discovery Learning bagi Siswa

Ketika kita berbicara tentang model pembelajaran discovery learning, penting untuk memahami baik kelebihannya maupun kekurangannya bagi siswa. Model ini memang memiliki berbagai aspek yang dapat menguntungkan proses belajar, tetapi juga ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi.

Kelebihan

  1. Aktivitas Belajar yang Menarik: Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran melalui pengalaman langsung dan kegiatan pembelajaran yang melibatkan eksplorasi konsep secara mandiri.
  2. Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis: Proses ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dan analitis saat mengajukan hipotesis dan mencari solusi atas masalah yang dihadapi.
  3. Peningkatan Motivasi Belajar: Melalui metode belajar yang memberikan kesempatan untuk mengumpulkan informasi dan menarik kesimpulan sendiri, siswa menjadi lebih termotivasi dan bersemangat.
  4. Pembelajaran Kontekstual: Discovery learning membantu siswa memahami hubungan antara teori dan praktik melalui proses intuitif, membuat pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari.
  5. Perkembangan Sikap dan Keterampilan: Discovery learning memiliki tujuan mementingkan proses pemahaman dan perkembangan sikap serta keterampilan sebagai wujud pembentukan perilaku yang diharapkan, seperti model yang tercantum dalam permendikbud.

Kekurangan 

  1. Keterbatasan Waktu dan Sumber Daya: Kegiatan pembelajaran yang melibatkan investigasi mendalam membutuhkan lebih banyak waktu dan sumber daya, yang mungkin tidak selalu tersedia di semua sekolah.
  2. Kesulitan dalam Pengelolaan Kelas: Guru mungkin menghadapi tantangan dalam mengelola kelas saat siswa bekerja secara mandiri seperti membaca buku atau dalam kelompok kecil, terutama dalam hal pemeriksaan secara cermat terhadap proses pembelajaran.
  3. Tidak Cocok untuk Semua Materi: Tidak semua materi pelajaran dapat diajarkan dengan baik menggunakan model ini. Beberapa konsep mungkin lebih efektif diajarkan melalui metode tradisional.
  4. Variabilitas Hasil Belajar: Karena siswa belajar secara mandiri dan mungkin dengan cara yang berbeda, hasil pembelajaran bisa bervariasi. Beberapa siswa mungkin menemukan metode ini lebih menantang.
  5. Kebutuhan Pembinaan dan Pengarahan: Siswa memerlukan pembinaan dan pengarahan yang lebih intensif dari guru untuk memastikan mereka berada di jalur yang benar dan memahami konsep yang diajarkan.

Baca Juga: Mengenal Metode Montessori, Sebuah Metode Pendidikan yang Terkenal di Dunia PAUD

Discovery learning untuk meningkatkan rasa untuk mencari tahu dan menemukan pengetahuan baru secara aktif.

Model discovery learning tidak hanya meningkatkan rasa ingin tahu siswa, tetapi juga mendorong mereka untuk secara aktif mencari dan menemukan pengetahuan baru.

Melibatkan orang tua dalam proses ini sangat penting untuk dukungan dan partisipasi mereka dapat memberikan motivasi tambahan bagi anak untuk mengeksplorasi.

Dengan pelaksanaan model pembelajaran discovery learning yang efektif dapat menciptakan sistem pembelajaran yang diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang mendalam. 

Jika Anda ingin anak Anda menjadi pembelajar yang aktif dan kreatif, jangan ragu untuk berinvestasi dalam pendidikan mereka. Daftar sekarang di Sekolah Global Prestasi School dan berikan mereka pengalaman belajar yang tak terlupakan dengan metode discovery learning.

Berita & Acara Terbaru
img-5
Beasiswa LPDP S1 2025: Syarat, Cara Daftar, dan Jadwal Terbaru
03 March 2025

Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) merupakan salah satu program beasiswa unggulan yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia untuk mendukung pendidikan tinggi bagi putra-putri terbaik bangsa. 

Pada tahun 2025, LPDP kembali membuka kesempatan bagi para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di perguruan tinggi dalam negeri maupun perguruan tinggi luar negeri.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai Beasiswa LPDP S1 2025, termasuk syarat, cara pendaftaran, dan jadwal terbaru dari kementerian pendidikan untuk para calon penerima beasiswa. Selengkapnya simak berikut ini.

img-6
Tips Belajar UTBK: Strategi Efektif untuk Raih Skor Tinggi!
03 March 2025

Menghadapi UTBK SNBT membutuhkan persiapan yang matang dan strategi belajar yang tepat. UTBK tidak bisa diremehkan hanya dengan pemikiran "yang penting belajar" oleh para siswa. 

Persaingan yang ketat menuntut setiap calon mahasiswa untuk menguasai materi UTBK secara menyeluruh agar bisa lolos UTBK dengan skor yang tinggi.

Oleh karena itu, memahami sistem UTBK, menyusun jadwal belajar yang efektif, dan menerapkan strategi pengerjaan soal yang efisien menjadi kunci utama dalam meraih hasil terbaik. 

Artikel ini akan membahas mengenai tips atau panduan belajar efektif untuk UTBK, materi yang harus dikuasai dalam UTBK, tips mengerjakan soal yang efisien, hingga keuntungan jika Anda lolos dalam UTBK saat dapat meraih nilai yang tinggi. Simak selengkapnya!

img-7
Laporan Study Tour: Contoh, Struktur, dan Panduan Lengkap
03 March 2025

Study tour merupakan salah satu metode pembelajaran yang mengkombinasikan teori dengan pengalaman langsung di lapangan. 

Melalui kegiatan ini, siswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai materi yang dipelajari di kelas. 

Agar manfaat study tour dapat terdokumentasi dengan baik, peserta biasanya diwajibkan untuk membuat laporan study tour yang berisi berbagai informasi penting terkait perjalanan tersebut.

 Laporan perjalanan ini sering kali digunakan sebagai referensi dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, Artikel ini akan membahas tentang laporan perjalanan atau study tour yang bisa Anda ikuti. Simak selengkapnya!

img-14
Please Flip Your Phone To Continue
img-15
Tour 360
img-16
Tour 360
img-17
Enrollment
img-18
E-Library