
Anak menangis kencang, menjerit, berguling di lantai, atau melempar barang? Bisa jadi anak sedang tantrum. Tantrum pada anak adalah hal yang umum terjadi, terutama pada rentang usia 1–4 tahun, saat kemampuan bahasa anak belum matang untuk menyampaikan kebutuhan dan emosinya.
Kabar baiknya, ada banyak cara mengatasi anak tantrum tanpa panik. Artikel ini membahas pengertian tantrum, penyebab tantrum, gejala tantrum, cara mengatasinya dengan tenang, hingga tips mencegah anak tantrum.
Baca Juga: 5 Peran Penting Orang Tua Dalam Pendidikan Anak
Tantrum (atau temper tantrum) adalah kondisi ketika anak meluapkan emosinya secara intens—misalnya marah-marah, menangis keras, menjerit, memukul, menendang, meronta, atau melempar barang. Tantrum terjadi ketika anak merasa frustrasi, keinginannya tidak terpenuhi, lelah, atau tidak mampu mengekspresikan perasaannya dengan kata-kata.
Tantrum merupakan salah satu tantangan bagi orang tua karena sering terjadi di tempat umum dan menarik perhatian banyak orang. Namun, dengan strategi yang tepat, orang tua bisa membantu anak menenangkan diri dan belajar mengelola emosi.
Berikut 10 cara mengatasi anak tantrum yang bisa dipraktikkan sehari-hari.
Langkah pertama saat anak sedang tantrum adalah menenangkan diri. Jika orang tua ikut emosi, tantrum anak biasanya makin besar. Tarik napas, pastikan Anda berpikir jernih, dan ingat bahwa tantrum adalah bagian dari tumbuh kembang.
Jika anak melempar barang atau memukul, pindahkan benda berbahaya, jauhi sudut tajam, dan pastikan anak tidak melukai diri sendiri atau orang lain. Ini prioritas sebelum langkah lain.
Validasi membantu anak merasa dipahami, misalnya:
“Kamu marah, ya.”
“Kamu kecewa karena tidak bisa dapat mainan itu.”
Hindari ceramah panjang saat emosi anak sedang tinggi.
Saat tantrum memuncak, kemampuan anak untuk menerima instruksi menurun. Hadir di dekatnya, tenang, dan tunggu sampai intensitasnya turun.
Anak mudah berpindah fokus saat tertarik hal baru. Anda bisa:
Mengajak ke ruangan lain
Mengajak memilih dua opsi (“Mau air putih atau susu?”)
Menawarkan aktivitas sederhana (melihat buku, mainan kecil)
Mengalihkan perhatian anak efektif terutama untuk anak usia 1–3.
Pelukan bisa meredakan emosi. Gunakan pelukan yang nyaman—tidak terlalu erat. Jika anak menolak disentuh, jangan dipaksa; cukup dekat dan jaga anak tetap aman.
Jika anak yang tantrum mulai merusak atau agresif, time-out dapat membantu.
Pindahkan anak ke tempat aman
Jelaskan singkat: “Tidak boleh melempar barang.”
Beri waktu anak menenangkan diri tanpa tontonan/hiburan
Time-out bukan mengurung sebagai hukuman, tetapi jeda untuk membantu anak mengatur ulang emosinya.
Memberi janji (“Nanti Mama beliin kalau diam”) justru mengajari anak bahwa tantrum adalah cara efektif untuk mendapatkan sesuatu. Jika perlu, buat kesepakatan saat anak sudah tenang.
Tantrum akan lebih cepat berkurang jika anak melihat aturan konsisten. Misalnya, jika tidak boleh membeli mainan setiap ke supermarket, aturan itu harus sama dari waktu ke waktu.
Setelah anak tenang, cari tahu pemicunya:
Apakah anak lelah? lapar? terlalu ramai?
Apakah jadwal tidur berantakan?
Apakah anak kesulitan mengungkapkan perasaan?
Langkah ini penting untuk mencegah tantrum berikutnya.
Penyebab anak tantrum bisa berbeda pada setiap anak, tetapi umumnya dipicu oleh:
Keinginannya tidak terpenuhi (misalnya ingin mainan atau makanan tertentu)
Frustrasi karena kemampuan bahasa anak belum cukup untuk menjelaskan kebutuhan
Lelah, lapar, atau overstimulasi (terlalu ramai, terlalu banyak aktivitas)
Perubahan lingkungan (perjalanan jauh, rutinitas berubah)
Temperamen: ada anak yang lebih sensitif dan mudah marah
Tantrum untuk menarik perhatian (anak belajar bahwa mengamuk membuat orang fokus padanya)
Memahami pemicu tantrum membantu orang tua memilih cara menghadapinya dengan lebih efektif.
Gejala tantrum biasanya terlihat jelas, misalnya:
Menangis kencang, menjerit, berteriak, merengek
Menahan napas, menegangkan badan, lemas
Menendang, memukul, mendorong, meronta-ronta
Melempar barang, mengamuk, marah-marah
Tantrum yang “melebihi batas” dapat ditandai dengan:
Durasi mengamuk sangat lama dan sulit mereda
Frekuensi tantrum sering sekali
Anak agresif ke orang lain atau memukul diri sendiri
Ada kekhawatiran terkait gangguan kesehatan atau tumbuh kembang anak
Jika Anda ragu, konsultasi dengan dokter spesialis anak atau psikolog anak bisa membantu.
Beberapa cara mencegah anak tantrum:
Pastikan anak cukup tidur dan makan teratur
Hindari overstimulasi (terlalu lama di tempat ramai)
Ajarkan “bahasa emosi” sederhana: marah, sedih, kecewa
Beri pilihan terbatas agar anak merasa punya kontrol
Siapkan aktivitas saat perjalanan jauh (snack sehat, mainan kecil)
Tantrum paling sering terjadi pada anak usia 1–4 tahun, terutama usia 2–3 saat kemampuan bahasa anak belum berkembang optimal.
Tantrum biasa umumnya singkat dan mereda. Waspadai jika durasi sangat lama, sering terjadi, anak agresif, memukul diri sendiri, atau mengganggu tumbuh kembang anak.
Tidak selalu. Pelukan efektif jika anak menerima sentuhan. Jika anak menolak, cukup jaga jarak aman dan bantu menenangkan dengan suara lembut.
Jika tantrum sangat sering, ekstrem, disertai agresif berat, atau Anda khawatir ada gangguan kesehatan/emosi, sebaiknya berkonsultasi ke dokter anak atau psikolog anak.
Aman jika dilakukan singkat, di tempat aman, tanpa ancaman, dan fokus pada menenangkan emosi—not untuk mempermalukan anak.
Tantrum pada anak adalah hal yang umum dalam proses tumbuh kembang. Kunci mengatasi anak tantrum adalah tetap tenang, memahami penyebab tantrum, mengenali gejala tantrum, dan menerapkan strategi yang konsisten. Dengan dukungan yang tepat, anak belajar mengelola emosi dan orang tua lebih siap menghadapi situasi sulit.
Selain pola asuh di rumah dan mengetahui cara mengatasi anak tantrum serta mencegahan, lingkungan sekolah juga berperan besar membentuk perilaku anak dan kemampuan mengelola emosi. Sekolah Global Prestasi (Global Prestasi School/GPS) adalah sekolah internasional dengan kurikulum Merdeka dan Cambridge, berlokasi di Kota Bekasi dan Kota Bandung, yang mendukung perkembangan akademik sekaligus karakter dan kesejahteraan emosional siswa.
Ingin anak bertumbuh percaya diri, mandiri, dan punya regulasi emosi yang baik?
Daftarkan anak Anda di Sekolah Global Prestasi sekarang.

Ingin kuliah di luar negeri? Simak syarat, biaya, jalur pendaftaran, IELTS, hingga tips persiapan sejak dini. Panduan lengkap untuk siswa Indonesia. Cek Selengkapnya!

Kenali jenis pekerjaan baru di era ekonomi digital seperti data analyst, digital marketing, dan AI specialist. Simak peluang karier dan cara mempersiapkannya sejak sekolah.

Apa itu tes TKA? Pelajari pengertian, tujuan, materi, dan manfaat Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 serta perannya dalam pendidikan di Indonesia.
