
IELTS dan TOEFL merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang banyak digunakan sebagai persyaratan mendaftar kuliah ke luar negeri. Keduanya menguji empat kemampuan utama, yaitu reading, listening, speaking, dan writing, dengan format, sistem penilaian, serta pengalaman tes yang berbeda.
Bagi pelajar yang berencana kuliah di luar negeri, pertimbangannya bukan sekadar mana yang lebih mudah. Jenis tes yang diterima universitas, tujuan, dan format yang paling sesuai dengan kemampuan diri menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan.
IELTS (International English Language Testing System) merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang tersedia dalam beberapa jenis, termasuk IELTS Academic untuk kebutuhan pendidikan sarjana dan pascasarjana secara tatap muka. IELTS Academic menguji empat kemampuan, yaitu listening, reading, writing, dan speaking, dengan durasi keseluruhan sekitar 2 jam 45 menit.
TOEFL iBT (Test of English as a Foreign Language Internet-Based Test) merupakan tes bahasa Inggris akademik yang diselenggarakan ETS untuk mengukur reading, listening, writing, dan speaking berbasis komputer. Format TOEFL iBT diperbarui mulai 21 Januari 2026, termasuk perubahan pada struktur tugas, pengalaman tes adaptif, dan sistem skor.
Tidak ada tes yang secara universal lebih baik untuk semua siswa. Pilihan IELTS atau TOEFL sebaiknya disesuaikan dengan persyaratan universitas tujuan, format tes yang terasa nyaman, kemampuan speaking, serta target skor yang ditetapkan program studi.
Pertimbangkan IELTS jika:
Pertimbangkan TOEFL iBT jika:
IELTS dan TOEFL sama-sama menguji empat kemampuan bahasa Inggris, tetapi jenis tugas dan cara pengerjaannya memiliki perbedaan. Memahami struktur masing-masing tes dapat membantu siswa memilih format yang paling sesuai sebelum melakukan persiapan.
Berikut ini adalah perbedaannya:
IELTS Academic terdiri dari listening, reading, writing, dan speaking. Listening berlangsung sekitar 30 menit, reading 60 menit, writing 60 menit, sedangkan speaking berlangsung sekitar 11–14 menit dalam bentuk wawancara dengan examiner.
Pada bagian writing, peserta mengerjakan dua tugas yang dirancang untuk menilai kemampuan menulis dalam konteks akademik. Speaking dilakukan dalam tiga bagian dengan examiner dan menjadi bagian tersendiri dari keseluruhan tes.
TOEFL iBT mengalami pembaruan mulai 21 Januari 2026 dengan pengalaman tes yang lebih adaptif dan struktur tugas yang disesuaikan. 4 bagian yang diujikan tetap reading, listening, writing, dan speaking.
Waktu pengerjaan keseluruhan sekitar dua jam, meskipun durasi dan jumlah soal dapat sedikit berbeda karena desain tes adaptif. Struktur terbaru mencakup tugas, seperti "Complete the Words" pada reading, "Listen and Choose a Response" pada listening, "Build a Sentence" pada writing, serta "Listen and Repeat" dan "Take an Interview" pada speaking.
Baca Juga: Apa Itu IELTS? Cari Tahu Tips serta Strategi untuk Sukses dalam Tes IELTS
Speaking menjadi salah satu pembeda utama antara IELTS vs TOEFL. Para peserta menyampaikan jawaban berbeda sehingga bagian ini layak dipertimbangkan sejak awal. Berikut ini adalah perbedaannya:
IELTS Speaking dilakukan dalam bentuk wawancara langsung antara peserta dan examiner. Tes ini terdiri dari tiga bagian dengan durasi sekitar 11–14 menit.
Penilaiannya mencakup fluency and coherence, lexical resource, grammatical range and accuracy, serta pronunciation. Format ini dapat terasa lebih cocok bagi siswa yang percaya diri berbicara langsung dan nyaman mengembangkan jawaban melalui percakapan.
TOEFL iBT menggunakan task speaking yang dikerjakan melalui perangkat tes. Pada format yang diperbarui pada 2026, Speaking mencakup Listen and Repeat serta Take an Interview.
Format ini dapat dipertimbangkan oleh siswa yang lebih nyaman berbicara melalui sistem tes tanpa berhadapan langsung dengan examiner. Pilihan tersebut tidak berarti TOEFL pasti lebih mudah karena tingkat kesulitan tetap bergantung pada kemampuan masing-masing peserta.
IELTS dan TOEFL menggunakan sistem penilaian yang berbeda sehingga angka pada kedua tes tidak dapat dibandingkan secara sederhana. Memahami skala skor masing-masing lebih penting daripada mencari angka yang dianggap setara secara mutlak.
Adapun perbandingannya sebagai berikut:
IELTS menggunakan band score dari 0 sampai 9 dengan interval setengah band, jadi nilai yang diberikan tidak selalu bulat seperti 6,5 atau 7,5. Skor diberikan berdasarkan kemampuan peserta pada bagian tes yang diikuti.
Universitas dapat menetapkan overall band minimum untuk pendaftar. Beberapa program juga dapat menentukan minimum band untuk komponen tertentu, sehingga persyaratan harus diperiksa secara spesifik.
Sejak 21 Januari 2026, TOEFL iBT menggunakan skala 1–6 dengan interval 0,5 untuk setiap section dan overall score (sama seperti IELTS). Skor keseluruhan merupakan rata-rata dari empat section yang dibulatkan ke interval setengah band terdekat.
Selama masa transisi hingga Januari 2028, laporan skor juga menyertakan estimasi overall score yang sebanding dengan skala lama 0–120. Karena itu, pada 2026 skala 1–6 menjadi acuan utama, sedangkan angka 0–120 berfungsi sebagai informasi pembanding selama masa transisi.
Tidak ada satu skor minimal IELTS atau TOEFL yang berlaku untuk semua universitas. Persyaratan dapat berbeda berdasarkan negara, universitas, jenjang pendidikan, program studi, serta kebijakan fakultas.
Program dengan tuntutan komunikasi akademik yang tinggi dapat menetapkan persyaratan berbeda dari program lainnya. Untuk TOEFL iBT, ETS juga menegaskan bahwa institusi menentukan sendiri skor yang mereka terima dan persyaratan yang berlaku.
Jika ingin mengetahui skor TOEFL yang dapat diterima, lakukan langkah berikut:
IELTS dan TOEFL sama-sama digunakan secara luas untuk kebutuhan pendidikan internasional. Penerimaan setiap tes tetap ditentukan oleh masing-masing institusi dan program studi, sehingga siswa sebaiknya tidak menganggap semua universitas menerima keduanya.
Sebelum mendaftar tes, periksa jenis IELTS yang diterima, terutama IELTS Academic untuk studi, serta TOEFL iBT yang dipersyaratkan. Perhatikan juga metode pelaksanaan tes, masa berlaku hasil, dan persyaratan bahasa khusus untuk program studi tertentu.
Persyaratan masuk universitas dan persyaratan visa pelajar merupakan dua hal yang berbeda. Siswa perlu mengecek aturan visa dari pemerintah negara tujuan secara terpisah.
Memilih tes sebaiknya dilakukan setelah memahami kebutuhan kampus dan kemampuan diri. Beberapa langkah berikut dapat membantu siswa menentukan pilihan secara lebih terarah.
Periksa persyaratan setiap universitas yang masuk dalam shortlist. Pastikan tes yang dipilih diterima oleh semua kampus tujuan agar siswa tidak perlu mengikuti dua tes tanpa kebutuhan.
Pertimbangkan beberapa hal berikut:
Gunakan contoh soal resmi IELTS dan TOEFL untuk mengenali format masing-masing tes. Hasil latihan dapat membantu siswa melihat tes mana yang lebih sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan mengerjakan soal.
Target skor sebaiknya ditentukan setelah universitas dan program studi tujuan dipilih. Hindari menetapkan target hanya berdasarkan angka yang populer di internet karena setiap kampus dapat memiliki persyaratan berbeda.
Persiapan kuliah di luar negeri tidak cukup hanya dengan menghafal trik mengerjakan tes. Kemampuan reading akademik, writing, listening, vocabulary, dan speaking perlu dibangun secara konsisten agar siswa lebih siap menghadapi tuntutan perkuliahan.
Baca Juga: Cara Kuliah di Luar Negeri: Panduan Lengkap untuk Siswa Indonesia
Persiapan kuliah ke luar negeri tidak hanya dimulai ketika siswa akan mengikuti IELTS atau TOEFL. Kemampuan reading, listening, speaking, dan writing perlu dibangun secara bertahap agar siswa terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik maupun komunikasi sehari-hari.
Di Global Prestasi School, siswa jenjang SMA mendapatkan kesempatan untuk mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris mereka melalui IELTS Preparation yang menjadi bagian dari persiapan menuju pendidikan tinggi. Melalui program ini, siswa dapat mengenal format dan karakteristik tes IELTS sekaligus berlatih mengembangkan kemampuan bahasa Inggris yang dibutuhkan untuk menghadapi tes dan lingkungan akademik.
Persiapan tersebut juga menjadi bagian dari upaya GPS dalam mendukung siswa memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, baik di Indonesia maupun di berbagai negara di dunia. Dengan lingkungan pendidikan yang mengintegrasikan Kurikulum Nasional dan Cambridge International, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang mendukung kemampuan akademik, komunikasi, dan kesiapan menghadapi lingkungan global.
Ingin mengetahui lebih jauh tentang program SMA dan persiapan kuliah di Global Prestasi School? Hubungi Global Prestasi School untuk mendapatkan informasi mengenai program pendidikan dan kesempatan belajar yang tersedia di kampus Bekasi maupun Bandung.
IELTS dan TOEFL merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang banyak digunakan sebagai persyaratan mendaftar kuliah ke luar negeri. Keduanya menguji empat kemampuan utama, yaitu reading, listening, speaking, dan writing, dengan format, sistem penilaian, serta pengalaman tes yang berbeda.
Bagi pelajar yang berencana kuliah di luar negeri, pertimbangannya bukan sekadar mana yang lebih mudah. Jenis tes yang diterima universitas, tujuan, dan format yang paling sesuai dengan kemampuan diri menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan.
Perbedaan format, speaking, skor, dan persyaratan kampus sering menimbulkan pertanyaan saat siswa menentukan pilihan. Berikut beberapa jawaban singkat untuk membantu memperjelas perbedaan IELTS dan TOEFL.
Tidak ada tes yang secara universal lebih mudah bagi semua orang. IELTS dapat lebih nyaman bagi siswa yang menyukai percakapan langsung, sedangkan TOEFL dapat lebih sesuai bagi siswa yang nyaman dengan format berbasis komputer.
Tidak ada pilihan yang selalu lebih baik untuk semua calon mahasiswa. Pilih tes yang diterima program studi tujuan dan memiliki format yang dapat dikerjakan secara optimal.
Sertifikat TOEFL ITP umumnya tidak bisa digunakan untuk mendaftar langsung ke kebanyakan universitas di luar negeri, tetapi bisa dipakai untuk seleksi awal beberapa lembaga penyedia beasiswa.
Sebelum mengikuti tes, periksa jenis TOEFL yang secara spesifik diterima oleh universitas dan program studi tujuan.
Untuk pendidikan tingkat sarjana dan pascasarjana, IELTS Academic dirancang untuk kebutuhan studi akademik. Jenis ini berbeda dari IELTS General Training yang memiliki tujuan penggunaan berbeda.
Siswa tetap perlu memeriksa persyaratan program studi sebelum mendaftar. Pastikan jenis IELTS yang dipilih sesuai dengan ketentuan kampus tujuan.
Tidak ada satu skor yang berlaku untuk semua universitas dan program studi. Persyaratan dapat mencakup overall score serta minimum score pada section tertentu.
Gunakan entry requirements resmi dari kampus sebagai acuan utama. Hindari menentukan target hanya berdasarkan angka yang dianggap sebagai “skor aman”.

Simak 15 universitas terbaik di Inggris berdasarkan QS World University Rankings 2027, dari Imperial, Oxford, Cambridge, UCL, hingga Durham.

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober. Kenali sejarah, isi ikrar, tokoh penting, dan makna Sumpah Pemuda bagi generasi muda.

Kenali 5 area Montessori, yaitu Practical Life, Sensorial, Bahasa, Matematika, dan Budaya, beserta fungsi dan manfaatnya untuk anak.
