Berita & Acara

Mengenal Motorik Kasar, Tahapan, Perkembangan, dan Cara Stimulasi Anak

11 Juli 2025

Perkembangan anak tidak hanya ditandai dengan kemampuan berbicara atau berpikir, tetapi juga dengan gerakan tubuh yang semakin terkoordinasi. Salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang adalah motorik kasar, yaitu kemampuan anak untuk menggerakkan otot-otot besar seperti tangan dan kaki dalam aktivitas fisik seperti bermain bola.

Kemampuan ini berkembang secara bertahap sesuai pertambahan usianya dan memainkan peran penting dalam kemandirian anak. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang kurang memahami tahapan serta cara menstimulasi motorik kasar pada anak secara optimal.

Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu motorik kasar, tahapan perkembangan normalnya, dan bagaimana cara merangsang kemampuan tersebut agar sesuai dengan usia dan potensi anak Anda.

Baca Juga: Mengenal Metode Montessori, Sebuah Metode Pendidikan yang Terkenal di Dunia PAUD

Apa Itu Motorik Kasar?

Motorik kasar adalah kemampuan anak untuk melakukan gerakan yang melibatkan otot-otot besar pada tubuhnya, seperti otot lengan, kaki, dan punggung. Gerakan ini bersifat luas dan membutuhkan koordinasi antara anggota gerak dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan. 

Secara sederhana, motorik kasar merupakan dasar dari aktivitas fisik sehari-hari yang penting dalam mendukung pertumbuhan dan kemandirian anak. Beberapa contoh gerakan motorik kasar meliputi:

  • Berjalan dari satu tempat ke tempat lain

  • Melompat dengan kedua kaki

  • Berlari di taman atau halaman

  • Memanjat tangga atau perosotan

  • Mengayuh sepeda roda tiga atau roda dua

  • Melempar dan menangkap bola

Kemampuan ini sangat penting dilatih sejak dini karena berkaitan langsung dengan perkembangan anak, baik secara fisik, kognitif, maupun emosional.

Perlu dibedakan antara motorik kasar dan motorik halus. Jika motorik kasar berfokus pada gerakan besar dan kekuatan otot-otot besar, maka motorik halus berkaitan dengan gerakan yang lebih kecil dan terkontrol seperti mencubit, menggambar, atau memegang sendok. 

Keduanya berkembang beriringan, tetapi memiliki stimulasi dan tujuan yang berbeda dalam mendukung kemampuan anak secara menyeluruh.

Mengapa Motorik Kasar Penting untuk Anak?

Kemampuan motorik kasar pada anak memegang peranan penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Keterampilan ini memungkinkan anak untuk beraktivitas secara mandiri, seperti berlari mengejar teman, naik turun tangga, atau sekadar duduk tegak saat bermain. 

Lebih dari sekadar bergerak, kemampuan motorik kasar juga berdampak langsung pada kepercayaan diri anak. Ketika anak mampu melakukan aktivitas seperti berenang, bermain bola, atau bersepeda roda dua tanpa bantuan, mereka akan merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk mencoba hal-hal baru. 

Tak kalah penting, tahap perkembangan motorik kasar yang optimal juga berkaitan erat dengan kesiapan belajar saat anak memasuki usia sekolah. Anak yang memiliki kontrol postur tubuh yang baik akan lebih mudah duduk dengan stabil, memusatkan perhatian, serta mengikuti kegiatan belajar di kelas. 

Dengan kata lain, perkembangan motorik kasar yang sesuai tahapan usia menjadi fondasi penting bagi keberhasilan akademik dan sosial anak di masa depan.

Tahapan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini

Perkembangan motorik kasar pada anak terjadi secara bertahap dan umumnya mengikuti rentang usia tertentu. Namun penting diingat, setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, sehingga perbedaan waktu dalam pencapaian kemampuan ini masih tergolong normal selama dalam rentang usia wajar.

Berikut adalah tahapan perkembangan motorik kasar anak berdasarkan kelompok usia:

  • Usia 0–12 bulan: pada fase awal kehidupan, bayi mulai menunjukkan kemampuan dasar seperti tengkurap, mengangkat kepala, duduk dengan atau tanpa bantuan, hingga akhirnya merangkak. Semua aktivitas ini penting untuk menguatkan otot-otot leher, punggung, dan tangan.

  • Usia 1–2 tahun: anak mulai berjalan secara mandiri, belajar naik turun tangga dengan bantuan, dan mulai mengembangkan koordinasi antar anggota tubuh. Aktivitas ini menandakan bahwa gerakan motorik kasar mulai berkembang lebih aktif dan stabil.

  • Usia 2–3 tahun: kemampuan fisik anak berkembang pesat, ditandai dengan kemampuan berlari, melompat kecil, serta menendang bola. Anak juga mulai aktif bermain dan menjelajahi lingkungan sekitar secara lebih bebas.

  • Usia 3–5 tahun: anak sudah mulai bisa melompat jauh, melempar dan menangkap bola, serta menjaga keseimbangan tubuh saat berjalan di atas garis atau benda datar. Di usia ini, banyak kemampuan gross motor skills yang mulai terlihat jelas.

Meskipun ada pedoman usia, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa perkembangan ini tidak selalu seragam. Beberapa anak bisa lebih cepat atau lebih lambat dalam mencapai tahap tertentu, dan hal itu bukan berarti ada gangguan, selama tetap dalam pengawasan dan stimulasi yang tepat.

Stimulasi Motorik Kasar yang Efektif

Agar perkembangan motorik kasar anak berjalan optimal, diperlukan stimulasi yang tepat dan konsisten. Stimulasi ini dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas yang sederhana namun menyenangkan, dengan melibatkan aktivitas fisik yang sesuai dengan tahapan usia anak. Berikut adalah beberapa stimulasi yang dapat melatih motorik kasar anak.

Aktivitas di Rumah dan Luar Ruangan

Di rumah, orang tua bisa mengajak anak melakukan aktivitas seperti:

  • Merangkak melewati terowongan dari bantal

  • Bermain lompat-lompatan di kasur atau matras

  • Menari mengikuti lagu anak-anak

  • Mendorong atau menarik mainan dorong

Sementara itu, kegiatan di luar ruangan seperti:

  • Berlari di taman

  • Bermain bola

  • Mengayuh sepeda roda tiga

  • Memanjat di playground

Kegiatan tersebut membantu memperkuat otot-otot besar dan meningkatkan koordinasi gerakan tubuh anak.

Mainan Edukatif dan Permainan Bebas

Permainan bebas seperti petak umpet, kejar-kejaran, atau menyeimbangkan tubuh di garis lurus sangat efektif dalam menstimulasi gerakan motorik kasar. 

Selain itu, mainan edukatif seperti bola, sepeda kecil, dan boneka besar yang bisa digendong juga bisa melatih kekuatan otot lengan dan kaki anak. Permainan ini tak hanya meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, tapi juga melatih kreativitas dan interaksi sosial.

Peran Orang Tua dalam Menciptakan Lingkungan Mendukung

Orang tua memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak untuk bereksplorasi. Pastikan area bermain bebas dari benda tajam atau permukaan licin. 

Dorong anak untuk mencoba aktivitas baru, beri semangat saat mereka mencoba sesuatu yang menantang, dan hindari membandingkan kemampuan anak dengan anak seusianya.

Kegiatan di Sekolah PAUD

Di lembaga pendidikan usia dini seperti PAUD, anak sering terlibat dalam aktivitas seperti:

  • Senam pagi

  • Menari dan menyanyi bersama

  • Permainan kelompok di halaman sekolah

  • Berjalan di garis, melompat rintangan, atau bermain estafet

Kegiatan ini secara tidak langsung mendukung perkembangan motorik kasar anak sesuai tahapan dan menjadi bekal untuk kesiapan fisik maupun emosional saat masuk usia sekolah dasar.

Baca Juga: 5 Contoh Kegiatan Melatih Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun

Pilihan Pendidikan Terbaik untuk Anak

Memahami motorik kasar anak serta tahapan dan cara stimulasinya merupakan langkah awal yang penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Keterampilan motorik kasar tidak hanya mempengaruhi kemampuan fisik, tetapi juga membentuk rasa percaya diri untuk memasuki dunia sekolah.

Dengan stimulasi yang tepat dan lingkungan yang mendukung, perkembangan motorik anak bisa berkembang optimal sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik sejak usia dini, memilih PAUD dengan pendekatan yang tepat menjadi keputusan penting.

PAUD Global Prestasi School yang berlokasi di Bandung dan Bekasi, menghadirkan metode pembelajaran berbasis Montessori yang menekankan stimulasi motorik, kemandirian, serta perkembangan individual anak. Dengan lingkungan yang aman, guru profesional, dan program yang menyenangkan,

PAUD Global Prestasi School siap mendampingi buah hati Anda tumbuh menjadi pribadi yang aktif, percaya diri, dan siap belajar di jenjang selanjutnya.

 

Berita & Acara Terbaru
Apa Itu Fotosintesis? Memahami Pengertian dan Proses Fotosintesis pada Tumbuhan
29 Desember 2025

Fotosintesis adalah alur pembuatan makanan pada tumbuhan hijau. Simak keseluruhan proses fotosintesis, reaksi, hingga faktor-faktornya dalam artikel ini.

Strict Parents pada Anak: Ciri-Ciri dan Dampaknya bagi Karakter dan Prestasi
29 Desember 2025

Strict parents adalah pola asuh dengan aturan ketat. Kenali ciri-ciri pola asuh orang tua ini serta dampaknya bagi karakter dan prestasi anak di sini.

Wisata Edukasi dan Contohnya: Rekomendasi Destinasi Wisata Edukatif di Indonesia
29 Desember 2025

Wisata edukasi di Indonesia: temukan rekomendasi destinasi wisata edukatif, dari museum hingga desa wisata. Liburan sambil belajar jadi lebih menyenangkan!

Please Flip Your Phone To Continue
Tour 360
Tour 360
Enrollment
E-Library