Berita & Acara

10 Permainan Tradisional Anak yang Seru dan Edukatif

12 Juni 2026

Di era digital saat ini, anak lebih sering menghabiskan waktu dengan gadget dibanding bermain bersama teman di luar rumah. Padahal, permainan tradisional memiliki banyak manfaat penting bagi tumbuh kembang anak. Selain membantu melatih kemampuan motorik melalui aktivitas fisik, permainan tradisional juga mengajarkan kerja sama, komunikasi, sportivitas, hingga kemampuan bersosialisasi. 

Tidak hanya itu, permainan juga menjadi cara menyenangkan untuk mengenalkan budaya Indonesia sejak dini. Permainan tradisional mampu mendukung perkembangan sosial, emosional, dan karakter anak secara lebih seimbang. Yuk, simak 10 permainan tradisional yang seru dan edukatif untuk anak berikut ini!

Mengapa Permainan Tradisional Penting untuk Anak?

Selain menjadi aktivitas yang menyenangkan, permainan tradisional juga memiliki banyak manfaat penting bagi tumbuh kembang anak. Tidak heran jika permainan ini tetap relevan dikenalkan di tengah perkembangan teknologi modern saat ini. Berikut alasannya.

1. Melatih Motorik dan Aktivitas Fisik

Permainan tradisional membuat anak lebih aktif bergerak dibanding hanya duduk bermain gadget. Aktivitas seperti berlari, melompat, melempar, atau menjaga keseimbangan membantu melatih motorik kasar dan koordinasi tubuh anak. Permainan seperti engklek, gobak sodor, dan lompat tali juga membantu meningkatkan kelincahan, keseimbangan, serta konsentrasi anak secara alami.

Selain menyehatkan tubuh, aktivitas fisik dalam permainan tradisional juga dapat membantu anak mengurangi stres dan membangun rasa percaya diri melalui aktivitas bermain bersama teman-temannya.

2. Mengembangkan Kemampuan Sosial

Sebagian besar permainan tradisional dimainkan secara berkelompok sehingga anak belajar berinteraksi dengan orang lain. Saat bermain, anak belajar bekerja sama, berkomunikasi, bergiliran, hingga menyelesaikan masalah bersama teman. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan sosial dan emosional mereka sejak dini.

Selain itu, permainan tradisional juga mengajarkan anak untuk mengikuti aturan dan bersikap sportif. Anak belajar menerima kemenangan maupun kekalahan dengan baik, sekaligus memahami pentingnya kejujuran dan tanggung jawab dalam bermain.

3. Mengenalkan Budaya Indonesia Sejak Dini

Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia yang telah dimainkan turun-temurun. Mengenalkan permainan tradisional kepada anak berarti ikut melestarikan budaya lokal agar tidak hilang di tengah perkembangan teknologi modern.

Melalui permainan tradisional, anak juga belajar nilai kebersamaan, kreativitas, dan gotong royong. Banyak permainan tradisional menggunakan alat sederhana dan mengandalkan imajinasi anak, sehingga membantu mereka lebih kreatif dalam bermain dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Membangun Pola Pikir Global Melalui Eksplorasi Budaya

10 Permainan Tradisional yang Bisa Dikenalkan kepada Anak

Indonesia memiliki banyak permainan tradisional yang tidak hanya seru dimainkan, tetapi juga bermanfaat untuk tumbuh kembang anak. Berikut beberapa permainan tradisional yang bisa dikenalkan kepada anak sejak dini.

1. Congklak

Congklak dimainkan menggunakan papan berlubang dan biji-bijian kecil. Cara bermainnya cukup sederhana, yaitu memindahkan biji congklak dari satu lubang ke lubang lainnya hingga terkumpul paling banyak di “rumah” pemain. Permainan ini membantu anak melatih kemampuan berhitung, konsentrasi, serta strategi berpikir.

2. Engklek

Engklek adalah permainan lompat kotak yang dimainkan dengan satu kaki. Anak harus melompati kotak-kotak tertentu sambil menjaga keseimbangan tubuh. Permainan ini bermanfaat untuk melatih koordinasi gerak, fokus, dan keseimbangan anak.

3. Petak Umpet

Petak umpet merupakan permainan mencari teman yang bersembunyi di berbagai tempat. Selain menyenangkan, permainan ini membantu melatih keberanian, kemampuan berpikir cepat, dan interaksi sosial anak saat bermain bersama teman-temannya.

4. Gobak Sodor

Gobak sodor dimainkan secara beregu dengan tujuan melewati penjaga garis tanpa tersentuh lawan. Permainan ini membutuhkan strategi, kerja sama, dan komunikasi yang baik antartim. Anak juga menjadi lebih aktif bergerak saat bermain.

5. Kelereng

Permainan kelereng dimainkan dengan bola-bola kecil yang diarahkan ke target tertentu. Meski sederhana, permainan ini dapat melatih konsentrasi, ketelitian, dan koordinasi tangan anak. Kelereng juga cocok dimainkan di luar ruangan bersama teman.

6. Lompat Tali Karet

Lompat tali karet menjadi permainan favorit lintas generasi karena seru dimainkan bersama teman. Anak harus melompati tali dengan ketinggian tertentu secara bergantian. Permainan ini membantu meningkatkan kelincahan, kekuatan kaki, dan koordinasi tubuh anak.

7. Gasing

Gasing dimainkan dengan cara memutar mainan berbentuk bundar menggunakan tali. Anak dapat belajar ketelitian dan kreativitas saat memainkan gasing agar dapat berputar lebih lama. Permainan ini juga melatih fokus dan kesabaran.

8. Bentengan

Bentengan adalah permainan kelompok yang membutuhkan strategi untuk menjaga “benteng” sekaligus menyerang lawan. Permainan ini melatih kerja sama tim, kecepatan berpikir, dan kekompakan anak saat bermain bersama kelompoknya.

9. Ular Naga

Permainan ular naga dimainkan sambil bernyanyi dan bergerak membentuk barisan panjang. Selain menyenangkan, permainan ini membantu meningkatkan interaksi sosial, kerja sama, dan rasa kebersamaan antaranak.

10. Egrang

Egrang merupakan permainan tradisional menggunakan bambu sebagai pijakan untuk berjalan. Permainan ini membutuhkan keseimbangan dan keberanian sehingga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak.

Tips Mengenalkan Permainan Tradisional kepada Anak

Mengenalkan permainan tradisional kepada anak bisa dimulai dari langkah sederhana dan dilakukan secara menyenangkan. Dengan pendekatan yang tepat, anak akan lebih tertarik mencoba permainan tradisional di tengah banyaknya hiburan digital saat ini.

1. Mulai dari Permainan Sederhana

Pilih permainan tradisional yang mudah dipahami dan dimainkan anak sesuai usianya. Permainan seperti congklak, petak umpet, atau engklek bisa menjadi pilihan awal karena aturan bermainnya sederhana dan menyenangkan. Saat anak merasa nyaman, mereka akan lebih mudah tertarik untuk mencoba permainan tradisional lainnya.

2. Ajak Bermain Bersama Keluarga

Orang tua dapat mengajak anak bermain bersama di rumah atau saat waktu luang bersama keluarga. Selain membuat anak lebih antusias, kegiatan ini juga membantu membangun bonding dan komunikasi yang lebih hangat antara anak dan orang tua. Bermain bersama dapat menciptakan pengalaman menyenangkan yang lebih berkesan bagi anak.

3. Batasi Screen Time Secara Bertahap

Anak yang terbiasa bermain gadget membutuhkan proses untuk mulai tertarik pada aktivitas fisik. Orang tua dapat membatasi screen time secara perlahan sambil menawarkan alternatif permainan tradisional yang seru. Dengan begitu, anak tetap dapat menikmati permainan digital sekaligus memiliki waktu aktif bergerak dan bersosialisasi secara langsung.

4. Kenalkan Lewat Kegiatan Sekolah

Sekolah juga memiliki peran penting dalam melestarikan permainan tradisional melalui kegiatan belajar dan bermain. Permainan tradisional dapat dijadikan media pembelajaran kreatif untuk melatih kerja sama, sportivitas, hingga kemampuan motorik anak. Selain belajar budaya Indonesia, anak juga dapat belajar sambil bermain dengan lebih menyenangkan.

Peran Sekolah dalam Melestarikan Permainan Tradisional

Sekolah memiliki peran penting dalam mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda. Tidak hanya sebagai aktivitas bermain, permainan tradisional juga dapat menjadi media pembelajaran karakter, budaya, dan kerja sama sosial anak.

Beberapa peran sekolah dalam melestarikan permainan tradisional antara lain:

  • Mengenalkan budaya lokal kepada anak sejak dini melalui aktivitas bermain yang menyenangkan.
  • Mengajarkan nilai kerja sama, sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab saat bermain bersama teman.
  • Membantu meningkatkan kemampuan sosial, komunikasi, dan kolaborasi antarsiswa.
  • Menjadi media pembelajaran kreatif yang membuat proses belajar lebih aktif dan interaktif.
  • Membantu menciptakan keseimbangan antara kegiatan akademik dan aktivitas fisik anak di sekolah.

Kegiatan Sekolah Global Prestasi School yang Mengajarkan Permainan Tradisional

Beberapa kegiatan sekolah yang dapat digunakan untuk mengenalkan permainan tradisional kepada siswa antara lain:

  1. Kegiatan class meeting dengan lomba permainan tradisional seperti gobak sodor, engklek, atau bentengan.
  2. Pembelajaran PJOK dan aktivitas outdoor yang memasukkan permainan tradisional sebagai bagian dari aktivitas fisik siswa.
  3. Perayaan Hari Kemerdekaan atau Cultural Day yang menghadirkan permainan tradisional Indonesia.
  4. Projek budaya dan character building yang mengajak siswa belajar kerja sama, sportivitas, dan komunikasi melalui permainan kelompok.
  5. Kegiatan ekstrakurikuler dan fun games sekolah yang melibatkan permainan tradisional untuk melatih interaksi sosial siswa.

Siswa Global Prestasi School juga dikenalkan pada permainan tradisional melalui berbagai aktivitas sekolah yang interaktif dan menyenangkan. Anak-anak tidak hanya belajar tentang budaya Indonesia di kelas, tetapi juga merasakan langsung pengalaman bermain bersama teman-teman melalui permainan. Aktivitas ini membantu siswa lebih aktif bergerak, belajar bekerja sama, sekaligus mengenal nilai budaya lokal dengan cara yang menyenangkan.

FAQ tentang Permainan Tradisional

1. Apa yang dimaksud permainan tradisional?

Permainan tradisional adalah permainan warisan budaya yang dimainkan secara turun-temurun dengan aturan sederhana dan umumnya melibatkan aktivitas fisik serta interaksi sosial antaranak.

2. Apa manfaat permainan tradisional bagi anak?

Permainan tradisional membantu melatih motorik, kemampuan sosial, kreativitas, kerja sama, konsentrasi, hingga sportivitas anak. Selain itu, permainan tradisional juga mendukung perkembangan emosional dan karakter anak.

3. Mengapa permainan tradisional mulai jarang dimainkan?

Perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan gadget membuat banyak anak lebih sering bermain game digital dibanding aktivitas bermain tradisional di luar ruangan.

4. Apakah permainan tradisional masih relevan untuk anak zaman sekarang?

Ya, permainan tradisional tetap relevan karena membantu anak lebih aktif bergerak, bersosialisasi, melatih kreativitas, dan mengenal budaya Indonesia sejak dini.

5. Permainan tradisional apa yang cocok untuk anak usia SD?

Beberapa permainan tradisional yang cocok untuk anak usia SD antara lain congklak, engklek, gobak sodor, petak umpet, kelereng, dan lompat tali karena mudah dimainkan sekaligus melatih kemampuan fisik dan sosial anak.

Baca Juga: Dari Kampung ke Museum: Pengalaman Budaya Tak Terlupakan Siswa GPS

Melestarikan Budaya Indonesia Lewat Permainan Tradisional di Sekolah

Permainan tradisional di tengah perkembangan era digital tetap memiliki peran penting dalam membantu anak belajar aktif, kreatif, dan bersosialisasi. Karena itu, Global Prestasi School turut melestarikan permainan tradisional Indonesia melalui berbagai kegiatan sekolah yang menyenangkan dan interaktif.

Melalui aktivitas class meeting, cultural day, fun games, hingga kegiatan pembelajaran outdoor, siswa diajak mengenal dan memainkan berbagai permainan tradisional seperti petak umpet, congklak, gobak sodor, permainan ular naga, hingga lompat tali karet bersama teman-temannya. 

Aktivitas ini membantu anak belajar kerja sama, sportivitas, keseimbangan, sekaligus mengenal budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan.

Cari tahu lebih lanjut tentang lingkungan belajar Global Prestasi School di:

Untuk informasi pendaftaran dan konsultasi pendidikan anak, silakan hubungi tim admissions Global Prestasi School.

Berita & Acara Terbaru
SD
Syarat Masuk SD 2026: Panduan Lengkap Negeri dan Swasta
12 Juni 2026

Ketahui syarat masuk SD 2026 untuk sekolah negeri dan swasta, mulai dari usia minimal, dokumen, hingga alur pendaftaran terbaru.

SMP
Pendaftaran SMP 2026: Panduan Lengkap Memilih Sekolah Berstandar Internasional
12 Juni 2026

Informasi lengkap pendaftaran SMP 2026, mulai dari syarat usia, cara daftar online, hingga keunggulan kurikulum internasional berbasis Cambridge.

Jenis Warna: Mengenal Warna Primer, Sekunder, dan Tersier
12 Juni 2026

Pelajari jenis warna primer, sekunder, dan tersier beserta pencampuran warnanya secara mudah dan menyenangkan. Cocok untuk anak belajar teori warna dan seni rupa.

Please Flip Your Phone To Continue
Tour 360
Tour 360
Enrollment
E-Library