Berita & Acara
Contoh Kalimat Majemuk Berdasarkan Jenis dan Penjelasannya

Contoh Kalimat Majemuk Berdasarkan Jenis dan Penjelasannya

04 Maret 2026

Contoh kalimat majemuk dapat ditemukan dengan mudah dalam percakapan maupun tulisan sehari-hari. Misalnya, "Rani membaca buku dan Dimas mengerjakan tugas." Kalimat tersebut terdiri dari dua klausa yang digabungkan menggunakan kata penghubung atau konjungsi.

Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih dan membentuk satu kalimat utuh. Berdasarkan hubungan antarklausanya, terdapat beberapa jenis kalimat majemuk yang umum dipelajari dalam bahasa Indonesia, seperti kalimat majemuk setara, bertingkat, rapatan, dan campuran.

Lalu, bagaimana cara membedakan setiap jenisnya? Berikut pengertian, ciri, pola, hingga contoh kalimat majemuk berdasarkan jenisnya.

Pengertian Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang saling berhubungan dan digabungkan menjadi satu kalimat utuh.

Klausa merupakan satuan bahasa yang setidaknya memiliki hubungan antara subjek dan predikat. Beberapa klausa dapat berdiri sendiri sebagai kalimat, sedangkan klausa lainnya membutuhkan klausa utama agar maknanya menjadi lengkap.

Perhatikan contoh berikut:

Rani membaca buku dan Dimas mengerjakan tugas.

Kalimat tersebut dapat dibagi menjadi:

Unsur Keterangan
Klausa 1 Rani membaca buku
Pola S-P-O
Konjungsi dan
Klausa 2 Dimas mengerjakan tugas
Pola S-P-O

Klausa "Rani membaca buku" dan "Dimas mengerjakan tugas" sebenarnya dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Keduanya kemudian digabung menggunakan konjungsi dan sehingga membentuk kalimat majemuk.

Hubungan antara klausa tersebut menjadi salah satu dasar untuk menentukan jenis kalimat majemuk.

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk dapat dikenali melalui beberapa karakteristik berikut:

  1. Terdiri dari dua klausa atau lebih.
  2. Biasanya memiliki lebih dari satu predikat.
  3. Memiliki hubungan makna antara satu klausa dengan klausa lainnya.
  4. Dapat menggunakan kata penghubung atau konjungsi.
  5. Hubungan antarklausa dapat bersifat setara atau tidak setara.
  6. Dalam beberapa bentuk, terdapat unsur kalimat yang dirapatkan agar tidak terjadi pengulangan.

Konjungsi yang digunakan juga berbeda sesuai hubungan yang ingin disampaikan, misalnya dan, atau, tetapi, sedangkan, karena, jika, ketika, meskipun, dan agar.

Baca Juga: Contoh Kalimat SPOK Beserta Penjelasannya dalam Tata Bahasa Indonesia

Jenis-Jenis Kalimat Majemuk dan Contohnya

Dalam materi bahasa Indonesia, jenis kalimat majemuk dapat dibedakan berdasarkan hubungan antara klausa penyusunnya. Berikut jenis-jenis dan contohnya.

1. Contoh Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih dengan kedudukan setara atau sejajar.

Artinya, masing-masing klausa relatif dapat berdiri sendiri sebagai kalimat dan tidak menjadi bagian yang bergantung pada klausa lainnya. Hubungan semacam ini disebut juga hubungan koordinatif.

Contoh:

Ayah membaca koran dan Ibu menyiapkan sarapan.

Kalimat tersebut terdiri dari:

  • Klausa 1: Ayah membaca koran.
  • Konjungsi: dan.
  • Klausa 2: Ibu menyiapkan sarapan.

Kedua klausa memiliki kedudukan yang sama sehingga termasuk kalimat majemuk setara.

Berdasarkan hubungan maknanya, kalimat majemuk setara dapat dibedakan lagi menjadi beberapa bentuk.

Kalimat Majemuk Setara Penjumlahan

Kalimat majemuk setara penjumlahan digunakan untuk menggabungkan dua kegiatan, keadaan, atau informasi yang saling melengkapi.

Konjungsi yang umum digunakan antara lain dan serta serta.

Contoh:

  • Siska menyusun sebuah paragraf dan Anto membaca buku.
  • Kakak membersihkan kamar dan Adik merapikan meja belajar.
  • Guru menjelaskan materi dan siswa mencatat informasi penting.
  • Rani membawa buku serta Dimas membawa alat tulis.

Pada contoh pertama, klausa "Siska menyusun sebuah paragraf" dan "Anto membaca buku" memiliki kedudukan yang sejajar.

Kalimat Majemuk Setara Pilihan

Kalimat majemuk setara pilihan menunjukkan adanya dua pilihan atau kemungkinan. Konjungsi yang paling sering digunakan adalah atau.

Contoh:

  • Kamu dapat mengerjakan tugas sekarang atau menyelesaikannya setelah makan siang.
  • Rani akan mengikuti latihan basket atau ia akan mengikuti kegiatan seni.
  • Kita dapat belajar di perpustakaan atau berdiskusi di ruang kelas.
  • Dito akan membawa bekal atau membeli makanan di kantin.

Kalimat Majemuk Setara Pertentangan

Kalimat majemuk setara pertentangan menunjukkan hubungan antara dua gagasan atau keadaan yang berlawanan.

Konjungsi yang dapat digunakan antara lain tetapi, sedangkan, dan namun.

Contoh:

Anton sudah membersihkan rumah, tetapi rumah itu masih terlihat berantakan.

Strukturnya adalah:

Unsur Keterangan
Klausa 1 Anton sudah membersihkan rumah
Konjungsi tetapi
Klausa 2 Rumah itu masih terlihat berantakan
Hubungan Pertentangan

Contoh lainnya:

  • Dinda ingin bermain di luar, tetapi hujan masih turun.
  • Kakak menyukai matematika, sedangkan Adik lebih menyukai bahasa Indonesia.
  • Rani sudah belajar sejak sore, tetapi ia masih ingin mengulang materi.

Baca Juga: Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Beserta Penjelasannya

2. Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih dengan kedudukan yang tidak sejajar.

Pada kalimat ini terdapat induk kalimat atau klausa utama dan anak kalimat atau klausa subordinatif. Anak kalimat bergantung pada induk kalimat untuk menghasilkan ide atau makna yang lengkap.

Contoh:

Rina belajar lebih awal karena besok ada ujian.

Kalimat tersebut terdiri dari:

  • Induk kalimat: Rina belajar lebih awal.
  • Konjungsi: karena.
  • Anak kalimat: besok ada ujian.
  • Hubungan: sebab.

Kalimat majemuk bertingkat biasanya ditandai dengan konjungsi subordinatif seperti karena, ketika, jika, agar, meskipun, setelah, sebelum, dan sehingga.

Berikut beberapa hubungan yang umum ditemukan.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Waktu

Kalimat ini menunjukkan hubungan waktu antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.

Konjungsi yang dapat digunakan antara lain ketika, setelah, sebelum, sejak, dan sementara.

Contoh:

  • Ketika bel sekolah berbunyi, para siswa masuk ke kelas.
  • Ibu menyiapkan sarapan sebelum Ayah berangkat bekerja.
  • Kami bermain di halaman setelah tugas selesai.
  • Rani membaca buku ketika menunggu jemputan.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Sebab-Akibat

Jenis ini menunjukkan hubungan sebab dan akibat antara klausa dalam kalimat majemuk.

Contoh:

  • Karena hujan turun sangat deras, pertandingan sepak bola ditunda.
  • Rani mendapatkan nilai yang baik karena ia belajar dengan tekun.
  • Jalan menjadi licin karena hujan turun sejak pagi.
  • Dito terlambat masuk kelas karena kendaraannya mengalami kendala.

Pada kalimat "Karena hujan turun sangat deras, pertandingan sepak bola ditunda," bagian pertama menunjukkan penyebab, sedangkan bagian berikutnya menunjukkan akibat.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Syarat

Kalimat majemuk bertingkat hubungan syarat menjelaskan kondisi yang harus terpenuhi agar suatu peristiwa dapat terjadi.

Konjungsi yang umum digunakan antara lain jika, apabila, dan kalau.

Contoh:

  • Jika tugas selesai lebih awal, Raka akan bermain bersama teman-temannya.
  • Kamu akan lebih mudah memahami materi apabila rajin berlatih.
  • Kita dapat pergi ke taman jika cuaca cerah.
  • Dimas boleh mengikuti pertandingan jika kondisinya sudah sehat.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan

Kalimat ini digunakan untuk menjelaskan tujuan dari suatu kegiatan.

Konjungsi yang umum digunakan antara lain agar dan supaya.

Contoh:

  • Dita belajar dengan tekun agar dapat memahami materi dengan baik.
  • Guru mengulang penjelasan supaya seluruh siswa memahami pelajaran.
  • Ayah berangkat lebih pagi agar tidak terlambat tiba di kantor.
  • Siswa diminta membaca materi terlebih dahulu agar lebih mudah mengikuti diskusi.

Selain hubungan waktu, sebab, syarat, dan tujuan, kalimat majemuk bertingkat juga dapat menunjukkan hubungan akibat, pengandaian, perbandingan, maupun konsesif.

3. Contoh Kalimat Majemuk Rapatan

Kalimat majemuk rapatan terbentuk ketika dua atau lebih kalimat memiliki unsur yang sama, kemudian unsur tersebut cukup disebutkan satu kali agar kalimat lebih efektif dan tidak berulang.

Perhatikan contoh berikut.

Sebelum dirapatkan:

Siska menyusun jadwal belajar.
Siska mencatat tugas sekolah.

Setelah dirapatkan:

Siska menyusun jadwal belajar dan mencatat tugas sekolah.

Subjek Siska digunakan oleh kedua kegiatan sehingga tidak perlu dituliskan dua kali.

Contoh lainnya:

  • Rani membaca buku dan menulis rangkuman.
  • Dimas membuka buku lalu membaca materi pelajaran.
  • Guru menjelaskan materi dan memberikan contoh.
  • Siswa mendengarkan penjelasan dan mencatat poin penting.

Perapatan membuat susunan kalimat menjadi lebih ringkas tanpa mengubah makna utama.

4. Contoh Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran adalah kalimat yang menggabungkan hubungan setara dan bertingkat dalam satu susunan kalimat.

Kalimat ini biasanya memiliki tiga klausa atau lebih dengan kombinasi hubungan koordinatif dan subordinatif.

Contoh:

Ketika bel sekolah berbunyi, siswa masuk ke kelas dan guru mulai mengajar.

Kalimat tersebut terdiri dari:

  • Klausa 1: Ketika bel sekolah berbunyi.
  • Klausa 2: Siswa masuk ke kelas.
  • Klausa 3: Guru mulai mengajar.

Klausa pertama memiliki hubungan bertingkat dengan klausa berikutnya karena menggunakan konjungsi ketika. Sementara itu, klausa kedua dan ketiga memiliki hubungan setara yang ditandai konjungsi dan.

Contoh kalimat majemuk campuran lainnya:

  • Karena hujan mulai turun, Rani masuk ke rumah dan Dito menutup jendela.
  • Ketika guru memasuki kelas, para siswa duduk dengan tertib dan pelajaran segera dimulai.
  • Ayah tetap pergi bekerja meskipun hujan turun, sedangkan Ibu bekerja dari rumah.
  • Setelah tugas kelompok selesai, Raka merapikan meja dan Dimas mengumpulkan hasil pekerjaan.

Perbedaan Jenis-Jenis Kalimat Majemuk

Agar lebih mudah mengingatnya, berikut perbandingan jenis kalimat majemuk berdasarkan hubungan klausanya.

Jenis Hubungan Klausa Ciri Utama Konjungsi Umum
Setara Sejajar Klausa memiliki kedudukan sama dan, atau, tetapi, sedangkan
Bertingkat Tidak sejajar Terdapat induk dan anak kalimat karena, jika, ketika, agar
Rapatan Memiliki unsur yang sama Unsur yang sama tidak diulang dan, serta, lalu
Campuran Setara dan bertingkat Menggabungkan beberapa hubungan klausa kombinasi konjungsi

Tabel tersebut dapat digunakan sebagai panduan sederhana. Namun, untuk menentukan jenis sebuah kalimat dengan tepat, perhatikan juga hubungan makna antara klausa, bukan hanya kata penghubung yang digunakan.

Perbedaan Kalimat Majemuk Setara dan Bertingkat

Kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat sering dianggap sama karena keduanya memiliki lebih dari satu klausa. Perbedaan utamanya terletak pada kedudukan klausa.

Aspek Kalimat Majemuk Setara Kalimat Majemuk Bertingkat
Kedudukan klausa Setara atau sejajar Tidak sejajar
Hubungan Koordinatif Subordinatif
Induk dan anak kalimat Tidak ada Ada
Konjungsi umum dan, atau, tetapi, sedangkan karena, jika, ketika, agar
Contoh Rani membaca dan Dito menulis. Rani belajar karena besok ada ujian.

Cara sederhana untuk membedakannya adalah dengan melihat apakah klausa-klausa tersebut dapat berdiri sendiri.

Pada kalimat majemuk setara, masing-masing klausa umumnya dapat menjadi kalimat mandiri. Pada kalimat majemuk bertingkat, anak kalimat bergantung pada induk kalimat agar memiliki makna yang lengkap.

Baca Juga: Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Beserta Penjelasannya

Tips Membuat Kalimat Majemuk yang Tepat

Membuat kalimat majemuk akan lebih mudah jika memahami hubungan antara ide yang ingin disampaikan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Tentukan gagasan utama yang ingin disampaikan.
  2. Pisahkan gagasan menjadi dua klausa atau lebih.
  3. Periksa subjek dan predikat pada masing-masing klausa.
  4. Tentukan hubungan antara klausa, apakah setara, sebab-akibat, waktu, syarat, tujuan, atau hubungan lainnya.
  5. Pilih konjungsi yang sesuai dengan hubungan tersebut.
  6. Periksa penggunaan tanda baca, termasuk penggunaan tanda koma jika diperlukan.
  7. Baca kembali kalimat untuk memastikan maknanya jelas dan tidak menimbulkan kerancuan.

Sebagai contoh, gunakan dan untuk penambahan, atau untuk pilihan, tetapi untuk pertentangan, karena untuk sebab, jika untuk syarat, dan agar untuk tujuan.

Pemilihan konjungsi yang tepat membantu pembaca memahami hubungan antargagasan dalam sebuah kalimat.

Baca Juga: Contoh Kalimat Efektif dan Cara Membuatnya dengan Benar

Pahami Kalimat Majemuk untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa

Memahami contoh kalimat majemuk tidak hanya membantu siswa mengerjakan materi bahasa Indonesia. Pengetahuan mengenai klausa, subjek dan predikat, konjungsi, serta hubungan antarkalimat juga membantu siswa menyampaikan gagasan dengan lebih runtut dalam tulisan maupun komunikasi sehari-hari.

Kemampuan berbahasa yang baik menjadi salah satu dasar penting dalam proses pembelajaran. Siswa perlu mampu memahami informasi, menyusun gagasan, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat dengan jelas dalam berbagai mata pelajaran.

Global Prestasi School (GPS) mendukung perkembangan akademik dan keterampilan siswa melalui proses pembelajaran yang menyeluruh, sekaligus mendorong kemampuan komunikasi, kreativitas, dan karakter.

Kunjungi Global Prestasi School untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program pendidikan dan lingkungan belajar yang tersedia bagi putra-putri Anda.

FAQ tentang Kalimat Majemuk

Apa yang Dimaksud dengan Kalimat Majemuk?

Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan tertentu dan membentuk satu kalimat utuh.

Apa Saja Jenis Kalimat Majemuk?

Jenis kalimat majemuk yang umum dipelajari dalam bahasa Indonesia meliputi kalimat majemuk setara, bertingkat, rapatan, dan campuran.

Apa Contoh Kalimat Majemuk Setara?

Salah satu contohnya adalah "Ayah membaca koran dan Ibu menyiapkan sarapan." Kedua klausa memiliki kedudukan yang setara dan dapat berdiri sebagai kalimat mandiri.

Apa Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat?

Contohnya adalah "Rani belajar lebih awal karena besok ada ujian." Klausa "Rani belajar lebih awal" merupakan induk kalimat, sedangkan "karena besok ada ujian" menjelaskan penyebab.

Apa Perbedaan Kalimat Majemuk dan Kalimat Tunggal?

Kalimat tunggal pada dasarnya memiliki satu klausa, sedangkan kalimat majemuk terdiri dari dua klausa atau lebih yang saling berhubungan.

Apa Fungsi Konjungsi dalam Kalimat Majemuk?

Konjungsi berfungsi menghubungkan klausa sekaligus menunjukkan hubungan makna di antara klausa tersebut. Contohnya, dan menunjukkan penambahan, tetapi menunjukkan pertentangan, sedangkan karena menunjukkan sebab.

Berita & Acara Terbaru
SMP
Grade 9 Game Design Camp 2026: From Players to Creators
14 September 2026

Game Design Camp 2026 kelas 9 memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan serunya proses pengembangan gim

SMP
Cinematography Camp Grade 8: Frame Your Story, Shape Your History
14 September 2026

Program ini dirancang untuk memperkenalkan siswa GPJHS pada dasar-dasar sinematografi, seni peran, produksi film, dan media digital, sekaligus mendorong kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

SMP
Robotic Camp Grade 7: Belajar melalui Inovasi
14 September 2026

Global Prestasi School sukses menyelenggarakan Grade 7 Robotic Camp untuk memberikan kesempatan yang menarik bagi siswa untuk mengeksplorasi dunia robotika dan teknologi.

Please Flip Your Phone To Continue
Tour 360
Tour 360
Enrollment
E-Library