
Contoh kalimat majemuk dapat ditemukan dengan mudah dalam percakapan maupun tulisan sehari-hari. Misalnya, "Rani membaca buku dan Dimas mengerjakan tugas." Kalimat tersebut terdiri dari dua klausa yang digabungkan menggunakan kata penghubung atau konjungsi.
Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih dan membentuk satu kalimat utuh. Berdasarkan hubungan antarklausanya, terdapat beberapa jenis kalimat majemuk yang umum dipelajari dalam bahasa Indonesia, seperti kalimat majemuk setara, bertingkat, rapatan, dan campuran.
Lalu, bagaimana cara membedakan setiap jenisnya? Berikut pengertian, ciri, pola, hingga contoh kalimat majemuk berdasarkan jenisnya.
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang saling berhubungan dan digabungkan menjadi satu kalimat utuh.
Klausa merupakan satuan bahasa yang setidaknya memiliki hubungan antara subjek dan predikat. Beberapa klausa dapat berdiri sendiri sebagai kalimat, sedangkan klausa lainnya membutuhkan klausa utama agar maknanya menjadi lengkap.
Perhatikan contoh berikut:
Rani membaca buku dan Dimas mengerjakan tugas.
Kalimat tersebut dapat dibagi menjadi:
| Unsur | Keterangan |
|---|---|
| Klausa 1 | Rani membaca buku |
| Pola | S-P-O |
| Konjungsi | dan |
| Klausa 2 | Dimas mengerjakan tugas |
| Pola | S-P-O |
Klausa "Rani membaca buku" dan "Dimas mengerjakan tugas" sebenarnya dapat berdiri sendiri sebagai kalimat tunggal. Keduanya kemudian digabung menggunakan konjungsi dan sehingga membentuk kalimat majemuk.
Hubungan antara klausa tersebut menjadi salah satu dasar untuk menentukan jenis kalimat majemuk.
Kalimat majemuk dapat dikenali melalui beberapa karakteristik berikut:
Konjungsi yang digunakan juga berbeda sesuai hubungan yang ingin disampaikan, misalnya dan, atau, tetapi, sedangkan, karena, jika, ketika, meskipun, dan agar.
Baca Juga: Contoh Kalimat SPOK Beserta Penjelasannya dalam Tata Bahasa Indonesia
Dalam materi bahasa Indonesia, jenis kalimat majemuk dapat dibedakan berdasarkan hubungan antara klausa penyusunnya. Berikut jenis-jenis dan contohnya.
Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih dengan kedudukan setara atau sejajar.
Artinya, masing-masing klausa relatif dapat berdiri sendiri sebagai kalimat dan tidak menjadi bagian yang bergantung pada klausa lainnya. Hubungan semacam ini disebut juga hubungan koordinatif.
Contoh:
Ayah membaca koran dan Ibu menyiapkan sarapan.
Kalimat tersebut terdiri dari:
Kedua klausa memiliki kedudukan yang sama sehingga termasuk kalimat majemuk setara.
Berdasarkan hubungan maknanya, kalimat majemuk setara dapat dibedakan lagi menjadi beberapa bentuk.
Kalimat majemuk setara penjumlahan digunakan untuk menggabungkan dua kegiatan, keadaan, atau informasi yang saling melengkapi.
Konjungsi yang umum digunakan antara lain dan serta serta.
Contoh:
Pada contoh pertama, klausa "Siska menyusun sebuah paragraf" dan "Anto membaca buku" memiliki kedudukan yang sejajar.
Kalimat majemuk setara pilihan menunjukkan adanya dua pilihan atau kemungkinan. Konjungsi yang paling sering digunakan adalah atau.
Contoh:
Kalimat majemuk setara pertentangan menunjukkan hubungan antara dua gagasan atau keadaan yang berlawanan.
Konjungsi yang dapat digunakan antara lain tetapi, sedangkan, dan namun.
Contoh:
Anton sudah membersihkan rumah, tetapi rumah itu masih terlihat berantakan.
Strukturnya adalah:
| Unsur | Keterangan |
|---|---|
| Klausa 1 | Anton sudah membersihkan rumah |
| Konjungsi | tetapi |
| Klausa 2 | Rumah itu masih terlihat berantakan |
| Hubungan | Pertentangan |
Contoh lainnya:
Baca Juga: Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Beserta Penjelasannya
Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih dengan kedudukan yang tidak sejajar.
Pada kalimat ini terdapat induk kalimat atau klausa utama dan anak kalimat atau klausa subordinatif. Anak kalimat bergantung pada induk kalimat untuk menghasilkan ide atau makna yang lengkap.
Contoh:
Rina belajar lebih awal karena besok ada ujian.
Kalimat tersebut terdiri dari:
Kalimat majemuk bertingkat biasanya ditandai dengan konjungsi subordinatif seperti karena, ketika, jika, agar, meskipun, setelah, sebelum, dan sehingga.
Berikut beberapa hubungan yang umum ditemukan.
Kalimat ini menunjukkan hubungan waktu antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.
Konjungsi yang dapat digunakan antara lain ketika, setelah, sebelum, sejak, dan sementara.
Contoh:
Jenis ini menunjukkan hubungan sebab dan akibat antara klausa dalam kalimat majemuk.
Contoh:
Pada kalimat "Karena hujan turun sangat deras, pertandingan sepak bola ditunda," bagian pertama menunjukkan penyebab, sedangkan bagian berikutnya menunjukkan akibat.
Kalimat majemuk bertingkat hubungan syarat menjelaskan kondisi yang harus terpenuhi agar suatu peristiwa dapat terjadi.
Konjungsi yang umum digunakan antara lain jika, apabila, dan kalau.
Contoh:
Kalimat ini digunakan untuk menjelaskan tujuan dari suatu kegiatan.
Konjungsi yang umum digunakan antara lain agar dan supaya.
Contoh:
Selain hubungan waktu, sebab, syarat, dan tujuan, kalimat majemuk bertingkat juga dapat menunjukkan hubungan akibat, pengandaian, perbandingan, maupun konsesif.
Kalimat majemuk rapatan terbentuk ketika dua atau lebih kalimat memiliki unsur yang sama, kemudian unsur tersebut cukup disebutkan satu kali agar kalimat lebih efektif dan tidak berulang.
Perhatikan contoh berikut.
Sebelum dirapatkan:
Siska menyusun jadwal belajar.
Siska mencatat tugas sekolah.
Setelah dirapatkan:
Siska menyusun jadwal belajar dan mencatat tugas sekolah.
Subjek Siska digunakan oleh kedua kegiatan sehingga tidak perlu dituliskan dua kali.
Contoh lainnya:
Perapatan membuat susunan kalimat menjadi lebih ringkas tanpa mengubah makna utama.
Kalimat majemuk campuran adalah kalimat yang menggabungkan hubungan setara dan bertingkat dalam satu susunan kalimat.
Kalimat ini biasanya memiliki tiga klausa atau lebih dengan kombinasi hubungan koordinatif dan subordinatif.
Contoh:
Ketika bel sekolah berbunyi, siswa masuk ke kelas dan guru mulai mengajar.
Kalimat tersebut terdiri dari:
Klausa pertama memiliki hubungan bertingkat dengan klausa berikutnya karena menggunakan konjungsi ketika. Sementara itu, klausa kedua dan ketiga memiliki hubungan setara yang ditandai konjungsi dan.
Contoh kalimat majemuk campuran lainnya:
Agar lebih mudah mengingatnya, berikut perbandingan jenis kalimat majemuk berdasarkan hubungan klausanya.
| Jenis | Hubungan Klausa | Ciri Utama | Konjungsi Umum |
|---|---|---|---|
| Setara | Sejajar | Klausa memiliki kedudukan sama | dan, atau, tetapi, sedangkan |
| Bertingkat | Tidak sejajar | Terdapat induk dan anak kalimat | karena, jika, ketika, agar |
| Rapatan | Memiliki unsur yang sama | Unsur yang sama tidak diulang | dan, serta, lalu |
| Campuran | Setara dan bertingkat | Menggabungkan beberapa hubungan klausa | kombinasi konjungsi |
Tabel tersebut dapat digunakan sebagai panduan sederhana. Namun, untuk menentukan jenis sebuah kalimat dengan tepat, perhatikan juga hubungan makna antara klausa, bukan hanya kata penghubung yang digunakan.
Kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat sering dianggap sama karena keduanya memiliki lebih dari satu klausa. Perbedaan utamanya terletak pada kedudukan klausa.
| Aspek | Kalimat Majemuk Setara | Kalimat Majemuk Bertingkat |
|---|---|---|
| Kedudukan klausa | Setara atau sejajar | Tidak sejajar |
| Hubungan | Koordinatif | Subordinatif |
| Induk dan anak kalimat | Tidak ada | Ada |
| Konjungsi umum | dan, atau, tetapi, sedangkan | karena, jika, ketika, agar |
| Contoh | Rani membaca dan Dito menulis. | Rani belajar karena besok ada ujian. |
Cara sederhana untuk membedakannya adalah dengan melihat apakah klausa-klausa tersebut dapat berdiri sendiri.
Pada kalimat majemuk setara, masing-masing klausa umumnya dapat menjadi kalimat mandiri. Pada kalimat majemuk bertingkat, anak kalimat bergantung pada induk kalimat agar memiliki makna yang lengkap.
Baca Juga: Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Beserta Penjelasannya
Membuat kalimat majemuk akan lebih mudah jika memahami hubungan antara ide yang ingin disampaikan. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Sebagai contoh, gunakan dan untuk penambahan, atau untuk pilihan, tetapi untuk pertentangan, karena untuk sebab, jika untuk syarat, dan agar untuk tujuan.
Pemilihan konjungsi yang tepat membantu pembaca memahami hubungan antargagasan dalam sebuah kalimat.
Baca Juga: Contoh Kalimat Efektif dan Cara Membuatnya dengan Benar
Memahami contoh kalimat majemuk tidak hanya membantu siswa mengerjakan materi bahasa Indonesia. Pengetahuan mengenai klausa, subjek dan predikat, konjungsi, serta hubungan antarkalimat juga membantu siswa menyampaikan gagasan dengan lebih runtut dalam tulisan maupun komunikasi sehari-hari.
Kemampuan berbahasa yang baik menjadi salah satu dasar penting dalam proses pembelajaran. Siswa perlu mampu memahami informasi, menyusun gagasan, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat dengan jelas dalam berbagai mata pelajaran.
Global Prestasi School (GPS) mendukung perkembangan akademik dan keterampilan siswa melalui proses pembelajaran yang menyeluruh, sekaligus mendorong kemampuan komunikasi, kreativitas, dan karakter.
Kunjungi Global Prestasi School untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program pendidikan dan lingkungan belajar yang tersedia bagi putra-putri Anda.
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang memiliki hubungan tertentu dan membentuk satu kalimat utuh.
Jenis kalimat majemuk yang umum dipelajari dalam bahasa Indonesia meliputi kalimat majemuk setara, bertingkat, rapatan, dan campuran.
Salah satu contohnya adalah "Ayah membaca koran dan Ibu menyiapkan sarapan." Kedua klausa memiliki kedudukan yang setara dan dapat berdiri sebagai kalimat mandiri.
Contohnya adalah "Rani belajar lebih awal karena besok ada ujian." Klausa "Rani belajar lebih awal" merupakan induk kalimat, sedangkan "karena besok ada ujian" menjelaskan penyebab.
Kalimat tunggal pada dasarnya memiliki satu klausa, sedangkan kalimat majemuk terdiri dari dua klausa atau lebih yang saling berhubungan.
Konjungsi berfungsi menghubungkan klausa sekaligus menunjukkan hubungan makna di antara klausa tersebut. Contohnya, dan menunjukkan penambahan, tetapi menunjukkan pertentangan, sedangkan karena menunjukkan sebab.

Game Design Camp 2026 kelas 9 memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan serunya proses pengembangan gim

Program ini dirancang untuk memperkenalkan siswa GPJHS pada dasar-dasar sinematografi, seni peran, produksi film, dan media digital, sekaligus mendorong kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Global Prestasi School sukses menyelenggarakan Grade 7 Robotic Camp untuk memberikan kesempatan yang menarik bagi siswa untuk mengeksplorasi dunia robotika dan teknologi.
