Berita & Acara
Daftar Beasiswa Luar Negeri S1 untuk Pelajar Indonesia

Daftar Beasiswa Luar Negeri S1 untuk Pelajar Indonesia

08 Agustus 2026

Kuliah di luar negeri tidak selalu harus dibiayai sepenuhnya menggunakan dana pribadi. Ada berbagai beasiswa luar negeri untuk pelajar Indonesia yang menawarkan bantuan mulai dari potongan biaya kuliah hingga dukungan yang mencakup tuition fee, biaya hidup, akomodasi, dan tiket perjalanan.

Bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliah S1 di luar negeri, beberapa program yang dapat dipertimbangkan antara lain Global Korea Scholarship (GKS), MEXT Jepang, Lester B. Pearson Scholarship di Kanada, Stipendium Hungaricum, Türkiye Scholarships, hingga beasiswa dari universitas seperti UNSW dan UBC.

Namun, setiap program memiliki persyaratan, cakupan beasiswa, negara tujuan, program studi, dan jadwal pendaftaran yang berbeda. Karena informasi beasiswa dapat berubah setiap tahun, selalu cek kembali situs resmi penyelenggara sebelum mendaftar.

Update informasi: September 2026.

Daftar Beasiswa Luar Negeri S1 Secara Singkat

Berikut beberapa pilihan beasiswa S1 luar negeri yang dapat dipertimbangkan pelajar Indonesia.

Beasiswa Negara Jenjang Cakupan Utama Status per September 2026
Global Korea Scholarship (GKS-U) Korea Selatan S1 Tuition, tunjangan, pelatihan bahasa, tiket Panduan 2027 telah dirilis
Lester B. Pearson International Scholarship Kanada S1 Tuition, buku, biaya tambahan, residence Pendaftaran 2027 berlangsung
UBC International Scholars Program Kanada S1 Bantuan berbasis prestasi & kebutuhan finansial Deadline 15 November 2026
UNSW International Scientia Coursework Scholarship Australia S1 Full tuition atau AUD20.000/tahun Deadline 30 Oktober 2026
MEXT Undergraduate Scholarship Jepang S1 Tuition, uang saku, tiket PP Seleksi 2027 sedang berlangsung
Stipendium Hungaricum Hungaria S1 Tuition, stipend, akomodasi, asuransi Cycle 2026/2027 selesai
Türkiye Scholarships Turki S1 Tuition, stipend, akomodasi, asuransi, tiket Cycle 2026 selesai
Brunei Darussalam Government Scholarship Brunei S1 Tuition, tunjangan, akomodasi, tiket Cycle 2026/2027 selesai
Romanian Government Scholarship Rumania S1 Tuition, stipend, dukungan akomodasi Cycle 2026 selesai
Reach Oxford Scholarship Inggris S1 Course fee, living grant, tiket Dibuka kembali Januari 2027

Jadwal tersebut dapat berubah. Gunakan informasi terbaru dari lembaga beasiswa atau universitas sebagai acuan utama.

Apa Bedanya Fully Funded, Full Tuition, dan Beasiswa Parsial?

Saat mencari informasi beasiswa luar negeri, Anda mungkin menemukan istilah fully funded, full tuition, dan partial scholarship. Ketiganya tidak selalu berarti hal yang sama.

Jenis Beasiswa Cakupan Umum
Fully funded/comprehensive Biaya kuliah dan berbagai dukungan lain seperti biaya hidup, akomodasi atau perjalanan sesuai program
Full tuition Menanggung seluruh biaya kuliah, tetapi belum tentu biaya hidup
Partial scholarship Menanggung sebagian biaya kuliah atau memberikan bantuan dengan nominal tertentu

Karena itu, jangan langsung menganggap beasiswa yang disebut “penuh” akan membuat seluruh biaya selama tinggal di luar negeri menjadi gratis.

Periksa satu per satu apakah program menanggung:

  • Biaya kuliah.
  • Biaya hidup.
  • Akomodasi.
  • Asuransi kesehatan.
  • Tiket pesawat.
  • Buku.
  • Visa.
  • Tunjangan kedatangan.
  • Pengeluaran pribadi lainnya.

10 Beasiswa Luar Negeri S1 untuk Pelajar Indonesia

Berikut beberapa program beasiswa kuliah luar negeri yang dapat menjadi referensi.

1. Global Korea Scholarship (GKS-U) – Korea Selatan

Global Korea Scholarship Undergraduate atau GKS-U merupakan program beasiswa pemerintah Korea Selatan untuk mahasiswa internasional.

Program ini mendukung studi jenjang associate maupun bachelor dan menawarkan manfaat seperti biaya kuliah, biaya pelatihan bahasa Korea, tunjangan studi, serta tiket penerbangan.

Untuk GKS Undergraduate 2027, panduan resmi telah dirilis oleh National Institute for International Education pada 9 September 2026. Pendaftar perlu memperhatikan pilihan Embassy Track atau University Track, universitas yang tersedia, serta deadline sesuai jalur pendaftaran.

Secara umum, kandidat S1 perlu memperhatikan persyaratan seperti:

  • Kewarganegaraan.
  • Usia.
  • Pendidikan terakhir.
  • Prestasi akademik.
  • Dokumen keluarga dan akademik.
  • Pilihan universitas dan program studi.

GKS cocok dipertimbangkan oleh siswa yang ingin melanjutkan kuliah di Korea Selatan dengan dukungan beasiswa pemerintah yang komprehensif.

2. Lester B. Pearson International Scholarship – Kanada

Lester B. Pearson International Scholarship merupakan beasiswa S1 dari University of Toronto untuk siswa internasional dengan prestasi akademik, kreativitas, serta kemampuan kepemimpinan yang kuat.

Beasiswa ini mencakup tuition, buku, incidental fees, dan dukungan residence selama empat tahun. Sekitar 37 Pearson Scholars dipilih setiap tahun.

Salah satu hal penting adalah siswa harus mendapatkan nominasi dari sekolah.

Untuk masuk September 2027, jadwal pentingnya adalah:

  • Nominasi sekolah: 9 Oktober 2026.
  • Deadline admission University of Toronto untuk Pearson: 16 Oktober 2026.
  • Deadline aplikasi scholarship: 6 November 2026.

Karena melibatkan pihak sekolah, siswa yang tertarik sebaiknya berdiskusi dengan guru, konselor, atau pihak sekolah jauh sebelum deadline.

3. UBC International Scholars Program – Kanada

University of British Columbia atau UBC menyediakan International Scholars Program untuk calon mahasiswa internasional yang memiliki prestasi akademik kuat, kemampuan kepemimpinan, kontribusi kepada komunitas, serta kebutuhan finansial yang signifikan.

Kandidat harus mendaftar untuk gelar undergraduate pertama dan masuk langsung dari sekolah menengah. Proses seleksi juga mempertimbangkan kondisi finansial keluarga secara mendalam.

Untuk intake September 2027, deadline International Scholars Program adalah:

15 November 2026

Calon mahasiswa perlu terlebih dahulu mendaftar ke UBC, memperoleh nominasi, menyiapkan referensi guru, informasi finansial keluarga, dan esai.

Program ini menarik bagi siswa dengan kombinasi academic excellence, leadership, community involvement, dan financial need.

4. UNSW International Scientia Coursework Scholarship – Australia

Bagi siswa yang ingin kuliah S1 di Australia, salah satu pilihan adalah UNSW International Scientia Coursework Scholarship dari University of New South Wales.

Untuk mahasiswa internasional yang memulai studi pada Term 1 2027, beasiswa ini menawarkan dua bentuk manfaat:

  • Full tuition fee scholarship selama durasi minimum program, atau
  • Bantuan AUD20.000 per tahun untuk biaya kuliah selama durasi minimum program.

Pendaftaran untuk Term 1 2027 dibuka pada 6 Juli 2026 dan ditutup pada:

30 Oktober 2026

Program ini dapat menjadi pilihan bagi siswa dengan profil akademik dan nonakademik yang kuat yang ingin melanjutkan kuliah di Australia.

5. MEXT Undergraduate Scholarship – Jepang

Monbukagakusho/MEXT Undergraduate Scholarship merupakan beasiswa pemerintah Jepang yang dapat diikuti lulusan SMA/SMK atau sederajat dari Indonesia.

Untuk keberangkatan 2027, program umumnya terdiri dari satu tahun sekolah persiapan dan empat tahun studi S1, sedangkan bidang seperti kedokteran memiliki durasi berbeda. Perkuliahan pada jalur ini pada umumnya menggunakan bahasa Jepang.

Fasilitas MEXT Undergraduate 2027 yang diinformasikan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia meliputi:

  • Biaya kuliah ditanggung penuh, termasuk sekolah persiapan.
  • Tunjangan sekitar ¥117.000 per bulan.
  • Tiket penerbangan Indonesia–Jepang pergi-pulang.
  • Pembebasan biaya visa pelajar.

Pendaftaran untuk keberangkatan 2027 berlangsung pada 1–19 April 2026, sedangkan pengumuman akhir dari MEXT dijadwalkan pada Februari 2027.

Artinya, cycle 2027 sudah tutup untuk pelamar baru. Siswa kelas di bawahnya dapat mulai mempersiapkan diri untuk periode berikutnya.

6. Stipendium Hungaricum – Hungaria

Stipendium Hungaricum merupakan program beasiswa pemerintah Hungaria yang tersedia untuk berbagai jenjang, termasuk bachelor.

Cakupan untuk jenjang S1 meliputi:

  • Bebas biaya kuliah.
  • Uang saku bulanan.
  • Asrama gratis atau kontribusi biaya akomodasi.
  • Asuransi kesehatan.

Namun, penting dipahami bahwa tunjangan dan bantuan akomodasi tersebut merupakan kontribusi terhadap biaya hidup dan tidak selalu cukup untuk menanggung seluruh pengeluaran mahasiswa, terutama jika tinggal di kota dengan biaya sewa tinggi.

Untuk Tahun Akademik 2026/2027, deadline pendaftaran adalah 15 Januari 2026. Siswa yang mengincar tahun berikutnya perlu memantau pembukaan call for applications terbaru.

7. Türkiye Scholarships – Turki

Türkiye Scholarships merupakan program beasiswa pemerintah Turki yang tersedia untuk jenjang associate, bachelor, master, dan doctoral.

Untuk jenjang bachelor, dukungan program dapat mencakup:

  • Penempatan universitas dan jurusan.
  • Uang saku bulanan.
  • Tuition fee.
  • Kursus bahasa Turki selama satu tahun.
  • Akomodasi.
  • Asuransi kesehatan.
  • Tiket penerbangan sesuai ketentuan.

Pendaftaran umum Türkiye Scholarships berlangsung setiap tahun pada periode:

10 Januari–20 Februari

Untuk cycle 2026, periode tersebut telah selesai. Siswa yang ingin mendaftar berikutnya perlu memantau pengumuman 2027 untuk memastikan jadwal dan persyaratan terbaru.

8. Government of Brunei Darussalam Scholarship – Brunei

Government of Brunei Darussalam Scholarship atau BDGS merupakan beasiswa pemerintah Brunei bagi mahasiswa internasional.

Program ini tersedia untuk Diploma, Undergraduate Degree, dan Master's Degree di institusi seperti:

  • Universiti Brunei Darussalam.
  • Universiti Islam Sultan Sharif Ali.
  • Universiti Teknologi Brunei.
  • KUPU SB.
  • Politeknik Brunei.

Untuk cycle 2026/2027, benefit yang diinformasikan meliputi:

  • Pembebasan tuition fee dan sejumlah biaya universitas.
  • Tiket pesawat ekonomi pergi-pulang.
  • Personal allowance BND500 per bulan.
  • Meal allowance BND150 per bulan.
  • Book allowance BND600 per tahun.
  • Akomodasi.
  • Asuransi sesuai ketentuan.

Pendaftaran cycle 2026/2027 ditutup pada 15 Februari 2026.

Program ini dapat menjadi pilihan menarik bagi pelajar Indonesia yang ingin mencari beasiswa S1 di kawasan Asia Tenggara.

9. Romanian Government Scholarship – Rumania

Pemerintah Rumania melalui Ministry of Foreign Affairs menyediakan scholarship bagi warga negara non-Uni Eropa untuk jenjang Bachelor, Master, dan PhD.

Untuk jenjang Bachelor, program menyediakan:

  • Pembiayaan tuition.
  • Bantuan finansial bulanan.
  • Dukungan biaya asrama sesuai ketentuan dan ketersediaan.

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Untuk jenjang Bachelor dan Master, program studi dalam skema ini menggunakan bahasa Rumania. Pelamar yang belum menguasai bahasa tersebut dapat memperoleh tahun persiapan bahasa. Scholarship juga tidak tersedia untuk Medicine, Dental Medicine, dan Pharmacy.

Untuk cycle 2026, pendaftaran berlangsung pada 16 Februari–31 Maret 2026.

10. Reach Oxford Scholarship – Inggris

Bagi siswa yang bercita-cita melanjutkan S1 ke University of Oxford, salah satu program yang dapat dipelajari adalah Reach Oxford Scholarship.

Scholarship ini ditujukan kepada mahasiswa dari negara berpendapatan rendah yang memenuhi kriteria program dan berhasil mendapatkan tempat di Oxford.

Cakupannya meliputi:

  • Course fee.
  • Grant untuk biaya hidup.
  • Satu tiket pesawat pergi-pulang setiap tahun.

Jumlah award sangat terbatas, sekitar 2–3 scholarship per tahun, sehingga tingkat persaingannya sangat tinggi.

Untuk entry 2027, informasi aplikasi akan tersedia pada Januari 2027 dan deadline scholarship ditetapkan pada:

26 Januari 2027

Siswa harus memperhatikan bahwa proses masuk Oxford dan aplikasi scholarship merupakan tahapan yang perlu dipersiapkan dengan sangat matang.

Bonus: AMA+ Scholarship untuk Pelajar Bidang Seni

Bagi siswa yang memiliki minat khusus dalam seni, Art Major Asian plus atau AMA+ Scholarship dari Korea National University of Arts dapat menjadi pilihan.

Program ini dapat tersedia untuk jenjang undergraduate dan graduate pada bidang seperti:

  • Musik.
  • Dance.
  • Visual arts.
  • Film.
  • Drama.
  • Korean traditional arts.

Pelamar undergraduate perlu telah menyelesaikan atau diperkirakan menyelesaikan pendidikan menengah sebelum masuk K-Arts.

Karena program ini khusus bidang seni, proses seleksinya dapat melibatkan portfolio, kemampuan artistik, dan persyaratan tambahan lainnya.

Apa Saja Persyaratan Beasiswa S1 Luar Negeri?

Setiap lembaga beasiswa mempunyai persyaratan berbeda. Namun, beberapa dokumen dan kriteria berikut cukup umum ditemukan:

1. Prestasi Akademik

Banyak beasiswa mempertimbangkan rapor, transkrip nilai, hasil ujian, atau performa akademik selama sekolah.

Beberapa scholarship bahkan memiliki nilai minimum tertentu.

2. Kemampuan Bahasa

Pelamar dapat diminta menunjukkan kemampuan bahasa melalui:

  • IELTS.
  • TOEFL.
  • Tes bahasa negara tujuan.
  • Tes lain yang diakui universitas atau penyelenggara.

Tidak semua beasiswa menggunakan persyaratan bahasa yang sama.

Baca Juga: Apa Itu IELTS? Pengertian, Manfaat, dan Persiapan Tes

3. Personal Statement atau Motivation Letter

Dokumen ini digunakan untuk menjelaskan:

  • Mengapa memilih program studi.
  • Tujuan pendidikan.
  • Pengalaman siswa.
  • Prestasi.
  • Rencana kontribusi.
  • Alasan layak mendapatkan scholarship.

Hindari membuat esai yang hanya berisi daftar prestasi. Hubungkan pengalaman dengan tujuan studi dan nilai yang dicari program beasiswa.

4. Surat Rekomendasi

Beberapa program meminta rekomendasi dari:

  • Guru.
  • Kepala sekolah.
  • Konselor.
  • Pembina kegiatan.
  • Pihak lain yang relevan.

Pilih pemberi rekomendasi yang benar-benar mengenal kemampuan dan perkembangan siswa.

5. Kegiatan Ekstrakurikuler dan Leadership

Beasiswa tertentu tidak hanya melihat nilai.

Aktivitas seperti organisasi, olahraga, penelitian, komunitas, proyek sosial, maupun kegiatan ekstrakurikuler dapat menunjukkan:

  • Kepemimpinan.
  • Konsistensi.
  • Inisiatif.
  • Kemampuan bekerja sama.
  • Kontribusi terhadap lingkungan sekitar.

Namun, kualitas dan relevansi pengalaman lebih penting daripada sekadar banyaknya sertifikat.

6. Dokumen Identitas dan Akademik

Beberapa dokumen yang mungkin diperlukan antara lain:

  • Paspor.
  • Kartu identitas.
  • Akta kelahiran.
  • Rapor.
  • Transkrip.
  • Ijazah atau surat keterangan lulus.
  • Sertifikat bahasa.
  • Sertifikat prestasi.
  • CV.
  • Portfolio jika diperlukan.

Beberapa program juga meminta dokumen diterjemahkan, dilegalisasi, atau memperoleh apostille.

Baca Juga: Cara Kuliah di Luar Negeri

Apakah Beasiswa Luar Negeri Harus Pakai IELTS atau TOEFL?

Tidak selalu.

Persyaratan kemampuan bahasa bergantung pada beasiswa, universitas, program studi, dan negara tujuan.

Sebagian program meminta IELTS atau TOEFL secara langsung. Program lain menerima tes bahasa berbeda, sedangkan beberapa scholarship memiliki mekanisme seleksi bahasa sendiri.

Contohnya, persyaratan MEXT Undergraduate 2027 di Indonesia tidak menjadikan sertifikat JLPT sebagai persyaratan wajib untuk seluruh pelamar. Penggunaannya bergantung pada kategori pelamar dan ketentuan nilai tertentu.

Karena itu, sebelum mengambil tes:

  1. Tentukan beasiswa yang ingin dituju.
  2. Cek universitas dan program studi.
  3. Periksa tes bahasa yang diterima.
  4. Catat skor minimum.
  5. Periksa masa berlaku sertifikat.

Jangan mengambil IELTS atau TOEFL hanya karena menganggap semua beasiswa mewajibkannya.

Dokumen yang Perlu Disiapkan untuk Daftar Beasiswa Luar Negeri

Persiapan dokumen sejak awal dapat mengurangi risiko terlambat ketika periode pendaftaran dibuka.

Buat folder khusus yang berisi:

  • Paspor.
  • Rapor dan transkrip nilai.
  • Ijazah/SKL jika sudah lulus.
  • CV.
  • Personal statement.
  • Motivation letter.
  • Surat rekomendasi.
  • Sertifikat kemampuan bahasa.
  • Sertifikat prestasi.
  • Bukti kegiatan ekstrakurikuler.
  • Portfolio.
  • Dokumen finansial jika diperlukan.
  • Terjemahan resmi dokumen.
  • Dokumen tambahan sesuai scholarship.

Simpan juga versi digital dengan nama file yang rapi agar mudah digunakan untuk beberapa aplikasi.

Tips Mendapatkan Beasiswa Luar Negeri

Beasiswa penuh biasanya memiliki jumlah pendaftar yang sangat besar. Karena itu, persiapan sebaiknya dilakukan jauh sebelum deadline.

1. Mulai Mencari Beasiswa Sejak SMA

Siswa kelas 10 dan 11 sudah dapat mulai mempelajari jenis scholarship yang tersedia.

Tujuannya bukan harus langsung mendaftar, tetapi memahami pola persyaratan dan membangun persiapan.

2. Buat Daftar Beasiswa dan Deadline

Gunakan spreadsheet berisi:

  • Nama scholarship.
  • Negara.
  • Universitas.
  • Program studi.
  • Persyaratan nilai.
  • Persyaratan bahasa.
  • Dokumen.
  • Benefit.
  • Deadline.
  • Status aplikasi.

Dengan begitu, persiapan menjadi lebih terorganisasi.

3. Jaga Performa Akademik

Nilai akademik menjadi salah satu faktor penting pada banyak scholarship.

Karena nilai tidak dapat diperbaiki dalam waktu singkat menjelang deadline, konsistensi sejak awal sekolah menjadi penting.

4. Bangun Aktivitas Nonakademik yang Bermakna

Pilih kegiatan yang sesuai minat dan lakukan secara konsisten.

Contohnya:

  • OSIS.
  • Olahraga.
  • Seni.
  • Research project.
  • Debate.
  • Community service.
  • Kompetisi akademik.
  • Kegiatan teknologi.

Jangan hanya mengejar jumlah sertifikat.

5. Tingkatkan Kemampuan Bahasa Sejak Awal

Kemampuan bahasa diperlukan tidak hanya untuk lolos tes, tetapi juga untuk:

  • Membaca materi.
  • Menulis esai.
  • Mengikuti wawancara.
  • Belajar di universitas.
  • Berkomunikasi sehari-hari.

6. Pelajari Profil Kandidat yang Dicari

Scholarship berbeda dapat mencari karakter kandidat yang berbeda.

Sebagian menekankan:

  • Academic excellence.
  • Leadership.
  • Financial need.
  • Community contribution.
  • Research.
  • Seni.
  • Potensi kepemimpinan.

Sesuaikan pilihan dengan profil diri, bukan hanya besarnya pendanaan.

7. Buat Personal Statement yang Autentik

Personal statement yang baik menunjukkan:

siapa Anda, apa yang telah dilakukan, mengapa memilih studi tersebut, dan ke mana Anda ingin berkembang.

Hindari kalimat yang terlalu umum seperti “ingin mengubah dunia” tanpa pengalaman atau rencana yang mendukung.

8. Minta Surat Rekomendasi Lebih Awal

Jangan meminta rekomendasi satu atau dua hari sebelum deadline.

Berikan guru atau konselor waktu untuk memahami program dan menyiapkan rekomendasi yang relevan.

9. Periksa Seluruh Persyaratan Sebelum Submit

Kesalahan administratif dapat membuat aplikasi tidak diproses.

Periksa kembali:

  • Format file.
  • Nama file.
  • Terjemahan.
  • Tanda tangan.
  • Legalisasi.
  • Deadline.
  • Zona waktu.

10. Jangan Bergantung pada Satu Beasiswa

Jika memenuhi syarat, buat beberapa pilihan beasiswa dengan karakteristik berbeda.

Dengan begitu, siswa mempunyai alternatif apabila tidak berhasil pada salah satu program yang sangat kompetitif.

Cara Memilih Beasiswa yang Sesuai

Jangan memilih scholarship hanya karena disebut fully funded.

Sebelum mendaftar, gunakan checklist berikut:

Faktor Yang Perlu Dicek
Jenjang Apakah tersedia untuk S1?
Kewarganegaraan Apakah siswa Indonesia eligible?
Usia Apakah terdapat batas maksimal?
Program studi Apakah jurusan tujuan tersedia?
Universitas Apakah universitas tujuan termasuk?
Bahasa Bahasa Inggris atau bahasa lokal?
Akademik Apakah nilai memenuhi syarat?
IELTS/TOEFL Wajib atau tidak?
Tuition Penuh atau sebagian?
Uang saku Ada atau tidak?
Akomodasi Ditanggung atau hanya subsidi?
Tiket pesawat Termasuk atau tidak?
Asuransi Termasuk atau perlu membayar sendiri?
Kewajiban Apakah terdapat ketentuan setelah lulus?
Deadline Apakah masih terbuka?

Checklist ini membantu siswa membandingkan beasiswa secara lebih objektif.

Apakah LPDP Bisa Digunakan untuk Kuliah S1 di Luar Negeri?

LPDP memang menjadi salah satu program beasiswa pemerintah Indonesia yang populer. Namun, kebijakan umum Beasiswa LPDP 2026 berfokus pada program magister dan doktor, bukan beasiswa S1 luar negeri penuh bagi lulusan SMA.

Pada 2026 terdapat program khusus seperti Beasiswa Akselerasi Magister, tetapi skema tersebut ditujukan kepada mahasiswa yang sudah berada pada jenjang sarjana dan mempersiapkan transisi menuju S2, sehingga berbeda dari scholarship S1 penuh bagi lulusan SMA.

Karena artikel ini berfokus pada pelajar SMA yang ingin memulai S1 di luar negeri, LPDP tidak dimasukkan ke daftar utama.

Persiapkan Beasiswa Luar Negeri Sejak SMA

Mendapatkan beasiswa luar negeri membutuhkan lebih dari sekadar mengetahui kapan pendaftaran dibuka. Siswa perlu membangun prestasi akademik, kemampuan bahasa, kegiatan nonakademik, leadership, serta pemahaman mengenai program studi dan negara tujuan sejak lebih awal.

Persiapan tersebut juga membantu siswa ketika harus menulis personal statement, mengikuti wawancara, meminta surat rekomendasi, atau bersaing dalam seleksi universitas luar negeri.

Baca Juga: Cara Kuliah di Luar Negeri: Panduan Lengkap untuk Siswa Indonesia

Global Prestasi School (GPS) mendukung persiapan siswa menuju pendidikan tinggi melalui integrasi Kurikulum Nasional dengan Cambridge International. Pada jenjang SMA, programnya mencakup Cambridge International AS & A Level pada sejumlah mata pelajaran, IELTS Preparation, berbagai program pengembangan diri, serta kegiatan seperti Career Camp dan Campus Immersion.

Pengembangan akademik tersebut dapat membantu siswa membangun fondasi untuk menentukan universitas, mempersiapkan kemampuan bahasa, serta mengeksplorasi pilihan studi dan beasiswa di luar negeri.

Kunjungi Global Prestasi School untuk mengenal lebih jauh program SMA, kurikulum, dan kegiatan yang mendukung kesiapan siswa menuju jenjang universitas.

FAQ tentang Beasiswa Luar Negeri

Apa Saja Beasiswa S1 Luar Negeri untuk Pelajar Indonesia?

Beberapa contoh yang dapat dipertimbangkan adalah GKS Korea Selatan, MEXT Jepang, Lester B. Pearson Scholarship, UBC International Scholars, Stipendium Hungaricum, Türkiye Scholarships, Brunei Darussalam Government Scholarship, Romanian Government Scholarship, UNSW International Scientia, dan Reach Oxford Scholarship.

Apakah Ada Beasiswa S1 Luar Negeri Fully Funded?

Ada program yang memberikan dukungan komprehensif seperti tuition, uang saku, akomodasi, dan perjalanan. Namun, cakupan setiap scholarship berbeda sehingga pelamar tetap perlu membaca ketentuan resminya.

Apakah Bisa Kuliah di Luar Negeri Gratis dengan Beasiswa?

Beberapa beasiswa dapat menanggung sebagian besar komponen studi. Namun, belum tentu seluruh biaya pribadi selama tinggal di luar negeri ditanggung. Periksa tuition, biaya hidup, akomodasi, tiket, visa, asuransi, dan kebutuhan lainnya.

Apakah Beasiswa S1 Harus Punya IELTS?

Tidak selalu. Persyaratan bahasa berbeda berdasarkan scholarship dan universitas. Ada program yang meminta IELTS atau TOEFL, menerima tes lain, atau memiliki ketentuan bahasa sendiri.

Kapan Sebaiknya Mulai Mencari Beasiswa Luar Negeri?

Siswa dapat mulai mencari informasi sejak kelas 10 atau 11. Persiapan awal memberi waktu untuk menjaga nilai, mengembangkan kemampuan bahasa, mengikuti kegiatan yang relevan, dan mempersiapkan dokumen.

Apakah Nilai Akademik Sangat Penting untuk Beasiswa?

Ya, banyak program menggunakan prestasi akademik sebagai salah satu indikator utama. Namun, beberapa scholarship juga sangat mempertimbangkan leadership, kegiatan ekstrakurikuler, kontribusi sosial, kreativitas, atau kebutuhan finansial.

Bagaimana Cara Menemukan Informasi Beasiswa yang Valid?

Gunakan situs resmi pemerintah, universitas, atau lembaga pemberi scholarship. Hindari hanya mengandalkan unggahan media sosial tanpa mengecek sumber aslinya.

Apakah Beasiswa Luar Negeri Memberikan Uang Saku Bulanan?

Sebagian program memberikan tunjangan hidup bulanan, seperti GKS, MEXT, Stipendium Hungaricum, Türkiye Scholarships, dan BDGS. Besaran serta ketentuannya berbeda pada masing-masing program.

Berita & Acara Terbaru
Beasiswa LPDP S1 2027: Program, Syarat, Cara Daftar, dan Jadwal
01 Oktober 2026

Cari Beasiswa LPDP S1 2027? Pelajari program beasiswa untuk jenjang sarjana, syarat, cara daftar, jadwal, seleksi, dan pilihan studi dalam maupun luar negeri.

Apa Itu Sempoa? Manfaat dan Cara Melatih Berhitung Anak
01 Oktober 2026

Sempoa adalah alat bantu hitung dengan manik-manik yang membantu anak belajar berhitung. Kenali manfaat sempoa, cara kerja, dan latihan dasarnya.

IELTS vs TOEFL untuk Kuliah ke Luar Negeri: Mana yang Sebaiknya Dipilih?
26 September 2026

IELTS vs TOEFL untuk kuliah ke luar negeri, mana yang tepat? Bandingkan format tes, speaking, skor, durasi, dan persyaratan universitas.

Please Flip Your Phone To Continue
Tour 360
Tour 360
Enrollment
E-Library